TANJUNG REDEB – Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Berau masih terus bertambah. Berdasarkan rilis Dinas Kesehatan Berau, Jumat (28/5), terdapat penambahan tujuh kasus terkonfirmasi, 17 kasus sembuh atau selesai isolasi, dan satu kasus meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi menjelaskan, hingga 28 Mei 2021, total kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Berau mencapai 4.572 kasus, 4.367 kasus sembuh, dan 105 kasus masih menjalani perawatan. Dari kasus yang masih menjalani perawatan, Kecamatan Tanjung Redeb mencatatkan angka tertinggi, mencapai 54 kasus. Disusul Sambaliung 17 kasus, Biatan 12 kasus, Gunung Tabur dan Teluk Bayur masing-masing 10 kasus, serta Talisayan 2 kasus. Dari data tersebut, Tanjung Redeb masih menjadi satu-satunya kecamatan yang berstatus zona merah.
Iswahyudi melanjutkan, untuk kasus aktif, sekitar 30 pasien dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai Tanjung Redeb. Selain itu, ada beberapa yang menjalani perawatan di politeknik milik salah satu perusahaan di Berau, dan lainnya isolasi secara mandiri. “Dari 105 kasus yang masih menjalani perawatan, Kecamatan Tanjung Redeb yang paling banyak, yakni 54 kasus yang menjalani perawatan,” jelasnya kemarin.
Namun yang disayangkan, saat ini jumlah kasus kematian yang sudah menyentuh angka 100 kasus. Dimana kasus kematian tersebut masih terus terjadi akibat masih kurangnya kesadaran dari masyarakat dengan protokol kesehatan.“Kasus kematian masih terus ada, nyatanya saat ini sudah menyentuh 100 kasus,” tegasnya.
Dia juga menjabarkan, beberapa kecamatan masih berstatus zona kuning. Yakni Batu Putih, Biatan, Talisayan, Sambaliung, Teluk Bayur, dan Gunung Tabur. Sedangkan zona hijau yakni Kecamatan Segah, Kelay, Tabalar, Pulau Derawan, Maratua dan Bidukbiduk. “Memang tidak bisa langsung instan. Perlahan-lahan dan itu memang membutuhkan dukungan dari masyarakat. Kami berharap Tanjung Redeb juga bisa terlepas dari zona merah,” harapnya.
Menurutnya, dengan status zona merah, tentu menjadi pertimbangan terkait wacana kegiatan pembelajaran tatap muka Juli mendatang. Sebab, pertimbangan zona wilayah menjadi sangat utama untuk pengambilan kebijakan pembelajaran tatap muka. “Jadi tetap kita tunggu keputusan seperti apa. Yang jelas jika wilayah sudah zona hijau dan mampu memenuhi apa yang sudah ditentutkan, maka sekolah tatap muka bisa dilakukan,” tandasnya. (aky)
Editor : uki-Berau Post