Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Warga Terima Vaksin Moderna

uki-Berau Post • 2021-08-25 19:31:03
VAKSINASI MASSAL: Salah seorang warga menerima suntikan vaksin pada kegiatan vaksinasi massal di GOR Graha Pemuda, kemarin (25/8) . Tampak masyarakat mengantre untuk mendapatkan vaksin.
VAKSINASI MASSAL: Salah seorang warga menerima suntikan vaksin pada kegiatan vaksinasi massal di GOR Graha Pemuda, kemarin (25/8) . Tampak masyarakat mengantre untuk mendapatkan vaksin.

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mulai memberikan layanan vaksinasi Covid-19 buatan Moderna kepada masyarakat umum. Seperti yang terpantau pada Selasa (24/8) di GOR Graha Pemuda Tanjung Redeb. 

Penyuntikan perdana vaksin Moderna ini dilakukan melalui program vaksinasi massal yang difasilitasi Dinkes Berau. Total vaksin yang disediakan untuk jenis Moderna ini sebanyak 4.130 dosis. 700 dosis diantaranya untuk penyuntikan dosis pertama dengan sasaran masyarakat umum.

“Sasarannya merupakan peserta yang sudah terdaftar di bulan Juli 2021 lalu. Hari ini (kemarin, Red) 700 dosis dari dua ribuan peserta yang terdaftar pada link kami," ujarnya kepada awak media. 

Penerima vaksin moderna tahap pertama ini merupakan masyarakat yang telah terdaftar secara online yang dibuka oleh Dinkes Berau. Sesuai syarat belum pernah di vaksin covid-19. Telah terdaftar di link yang telah disiapkan. Dan disarankan dijadwal dosis ke-2 (28 hari) berada di Berau. Disarankan usia  18 tahun ke atas. "Kita prioritaskan yang sudah terdaftar. Yang jelas selama vaksin tersedia dan siap pasti kita buka lagi pendaftaran untuk masyarakat umum," terangnya. 

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menambahkan bahwa pemberian vaksinasi sebanyak 1.500 sasaran ini tersebar di beberapa lokasi. Selain dilaksanakan  GOR Graha Pemuda, vaksinasi juga dilakukan di Koramil sebanyak 350 dosis, Teluk Bayur 200, dan Polres 250 untuk masyarakat umum 18 tahun ke atas. 

“Jenis vaksinnya sinovac dan moderna. Sehingga capaian vaksin kita sampai hari ini sudah 42.309 sasaran atau 22 persen, dari 187 ribu sasaran vaksin yang ditargetkan," tegas Wabup. 

Pelaksanaan vaksin ini dilakukan secara serentak di 10 kota/kabupaten yang dipusatkan di Samarinda. Mengenai ketersediaan vaksin ke depannya, wabup meminta agar Berau bisa diberikan jatah lebih dari sebelumnya. “Agar bisa mengcover yang belum mendapatkan vaksin," harapnya. 

Pelaksanaan vaksinasi yang dilaksanakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau di GOR Graha Pemuda, diserbu warga. Bahkan situasi sempat tidak kondusif akibat membludaknya masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin. 

Situasi yang tak terbendung itu membuat masyarakat tidak lagi memperhatikan protokol kesehatan. Mereka tidak lagi menjaga jarak satu dengan yang lainnya. Saling dorong pun terjadi saat mengantre di depan pintu masuk gedung. Petugas keamanan tak henti memberikan peringatan agar masyarakat tetap sabar dan tertib. 

Mendengar situasi tersebut, Ketua Komisi I DPRD Berau, Peri Kombong menilai memang situasi sempat terlihat tidak kondusif. Masyarakat yang datang membludak sehingga tidak menjaga jarak lagi. Ia pun menilai kejadian tersebut harus dipikirkan lagi oleh dinas terkait atau pelaksana vaksinasi bagaimana mengatur waktu kehadiran pendaftar untuk menerima vaksin. “Jika daftar online artinya jadwal vaksin bisa diatur sebaik mungkin,” katanya.

Peri menegaskan ke depan sosialisasi bisa lebih ditekankan lagi agar masyarakat bisa lebih paham dan mengerti. Terutama saat mendaftar dan dipanggil untuk menerima vaksin. “Perlu dilakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat yang akan mau divaksin. Artinya yang sudah mendaftar, kemudian jamnya itu diatur,. Sehingga tidak terjadi kerumunan massal,” ujarnya.

"Saya pikir dari kejadian itu menjadi pembelajaran bagi Dinas Kesehatan. Jangan sampai ada muncul klaster vaksin. Harus lebih dikondisikan lagi supaya tertib. Meski sebenarnya vaksin ini penting juga," kata Peri. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi mengaku yang menjadi permasalahannya adalah jumlah jatah vaksin masih terbatas. Sementara  pendaftar lainnya minta didahulukan. “Sebetulnya kalau masyarakatnya mau tertib, yang datang yang hanya diundang, tentu tidak akan terjadi  membludak," kata Iswahyudi. 

Sementara yang terjadi ini yang tidak diundang juga datang dan mengantre vaksinasi yang sebenarnya belum jadwalnya. Dengan berbagai alasan seperti mau berangkat dan sebagainya. "Jadi sebetulnya masyarakat yang sempat ada antre panjang itu adalah peserta yang tidak diundang," ucapnya. 

Pasalnya dari pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan Dinkes sebelumnya tidak ada terjadi hal serupa. Terlaksana dengan kondusif dan tertib . Apalagi vaksinasi yang digelar olehnya sudah sejak Januari lalu. "Belum ada kejadian seperti itu. Sejauh ini berjalan tertib saja. Yang datang bagi yang diundang, bahkan kita harus hubungi satu-satu. Menginformasikan jadwal dan sebagainya," bebernya. 

Karena ia melihat kondisi saat ini mulai banyak yang membutuhkan vaksinasi. Dengan berbagai kepentingan, sehingga juga ikut antre. Kemudian, karena masalah kesehatan mesti cari vaksin secepatnya. "Saya juga tidak bisa memaksakan staf saya harus bekerja ekstra," terangnya. "Bahkan sudah dibantu TNI Polri masih saja sulit untuk dikondisikan," sambungnya. 

Mengenai sosialisasi yang dianggap masih kurang menurutnya bukan juga karena hal itu. Ia menilai di satu sisi vaksinnya belum banyak, kemudian di sisi lain ada instansi atau kantor yang harus melakukan pemberian vaksin kepada seluruh karyawannya. Kemudian mengurus surat tertentu harus vaksin. Sebelum berangkat juga harus vaksin.  "Nah masalahnya disitu. Sekarang semua butuh divaksin," katanya. 

Dalam hal ini ia pun mengingatkan agar masyarakat bisa lebih mengikuti aturan yang dianjurkan. Jika memang sistemnya harus mendaftar ikutlah mendaftar, salah satunya daftar secara online. Lalu yang hadir pun hanya bagi yang sudah mendaftar dan mendapat jadwal giliran untuk pemberian vaksinnya. "Jadi yang lain tidak perlu datang, nanti pada giliran tertentu baru ikut daftar lagi. Kita berupaya semua yang sudah terdaftar mendapatkan vaksin sesuai jadwal pelaksanaannya," tuturnya. (mar/har)

Editor : uki-Berau Post
#kesehatan