Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Soal Harga TBS Sawit yang Anjlok, Menanti Solusi Pusat

izak-Indra Zakaria • 2022-07-12 22:28:58
Lita Handini
Lita Handini

TANJUNG REDEB - Perusahaan kesulitan jual Crude Palm Oil (CPO) juga turut berimbas pada turut sulitnya para petani kelapa sawit mencari pembeli Tandan Buah Segar (TBS). Hal itu diakui Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handiri.

Beruntung katanya, belum sempat seluruh tangki penyimpanan pabrik penuh seluruhnya, perusahaan sudah berhasil menjualkan CPO mereka sehingga TBS para petani bisa kembali terserap.

Katanya, tidak lama setelah terjadinya penurunan harga jual TBS, pihaknya selalu melakukan pemantauan kondisi terkini dari seluruh pabrik kelapa sawit yang ada di Berau.

Dari data yang mereka miliki, hingga kini belum ada satupun pabrik kelapa sawit yang terpaksa menghentikan produksi CPO karena kapasitas tangki yang penuh.

“Meski arah kesana sudah ada, sebelumnya pernah ada update 6 hari lagi pabrik tidak bisa membeli TBS jika mereka tidak bisa menjual CPO, itu sudah dilaporkan pada kami, tapi dalam perjalanannya mereka mendapatkan pembeli sehingga tangki mereka kembali kosong,” katanya diwawancara, kemarin (11/7).

Dia mengaku khawatir, jika kondisi kesulitan seperti ini terus berlangsung, bukan tidak mungkin kemungkinan terburuk bisa terjadi, untuk itu dirinya berharap pemerintah pusat bisa menepati janjinya untuk memperbaiki mekanisme ekspor CPO dalam dua minggu kedepan.

Diharapkan ekspor berjalan lancar, sehingga CPO yang selama ini tertahan bisa terjual. “Karena kuncinya kalau produksi CPO lancar dan penjualan CPO berjalan, semestinya perlahan harga sawit akan kembali normal,” sebutnya.

Lita berharap dalam waktu dekat harga TBS cepat kembali naik, karena saat ini harga TBS masih berada di bawah Rp 1.000 per kilogram. Kalau harga rendah, petani adalah orang yang paling dirugikan, mengingat harga perawatan dan pupuk juga mahal.

“Kalau harganya semakin rendah para petani akan melakukan mogok panen. Panen sebetulnya tidak bisa ditunda, kalau sudah waktunya panen tetapi tidak dipanen maka buah bisa rontok bahkan rusak, jika sudah seperti itu, pabrik juga tidak mau menerima,” pungkasnya. (hmd/sam)

Editor : izak-Indra Zakaria
#ragam