KEPALA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau, Tekad Sumardi mengimbau pelaku usaha dan nelayan agar berhati-hati menjelang akhir tahun. Pasalnya cuaca ekstrem masih terus mengintai.
Ia mengungkapkan, meskipun gelombang cukup tenang, namun cuaca ekstrem hujan dengan intensitas lebat sampai dengan awal Januari 2023 terjadi pada malam hingga dini hari.
“Imbauan tetap waspada, jika terjadi cuaca ekstrem, disertai angin dan petir, agar bisa menghindari keluar rumah,” katanya.
Hujan pun diprediksi turun pada siang dan sore ini, tetapi pada malam nanti cuaca cenderung membaik, dominan berawan. Namun, pada dini hari nanti, sebagian wilayah Berau kembali diguyur hujan.
“Oleh karena itu, waspadai dampak cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang dan petir di sebagian besar wilayah Berau, khususnya pesisir,” paparnya.
Dengan cuaca yang cukup ekstrem, dijelaskan Tekad tentu membahayakan kondisi jiwa seseorang. BMKG mengingatkan nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di laut, termasuk para pelaku kegiatan wisata bahari agar mewaspadai potensi angin kencang, yang bisa mempengaruhi permukaan laut.
“Kami khawatirnya itu rombong-rombong yang ada di area Bidukbiduk. Tepian Teratai maupun Ahmad Yani, terkena angin kencang dan terbalik,” ujarnya.
Di sisi lain, ia meminta para nelayan mewaspadai angin dengan kecepatan di atas 15 knot dan ketinggian gelombang di atas 1.25 m untuk wilayah laut lepas pantai. Untuk Kapal tongkang waspadai angin dengan kecepatan lebih dari 16 knot dan ketinggian gelombang lebih dari 1.5 meter. Sementara itu kapal Ferry waspadai kecepatan angin lebih dari 21 knot dan ketinggian gelombang lebih dari 2.5 meter, sedangkan kapal ukuran besar seperti kapal kargo atau kapal pesiar waspadai kecepatan angin lebih dari 27 knot serta ketinggian gelombang lebih dari 4.0 meter
“Nelayan harap mempertimbangkan kondisi tersebut di atas sebelum melaut. Ini diperkirakan terjadi pada akhir Desember hingga awal Januari 2023,” pungkasnya. (hmd/arp)
Editor : izak-Indra Zakaria