TANJUNG REDEB – Anggota Komisi I DPRD Berau, Rudi Mangunsong meminta aparat hukum memberikan hukuman maksimal terhadap pelaku pencabulan.
Menurutnya, dengan hukuman maksimal, bisa memberikan efek jera terhadap pelaku. Sehingga diharapkan ke depannya tidak ada lagi kasus pencabulan di Bumi Batiwakkal.
“Ini miris, saya baca beritanya, anak 16 tahun, dicabuli dua orang, sampai hamil 6 bulan,” katanya.
Dijelaskan Politikus PDIP ini, dampak sosial yang dirasakan korban tentu sangat besar. Apalagi sampai dirinya berbadan dua. Seharusnya, sebagai orang yang terdekat dengan korban, bisa melindungi korban. Bukan malah menjadi binatang buas untuk korban.
“Sederhana saja, rasa melindungi harus ada, agar korban ini merasa aman. Bukan malah menjadi predator. Atau duri dalam daging,” tegasnya.
Peran instansi terkait disebutnya sangat dibutuhkan dalam masalah ini. Jangan sampai, hanya acara seremonial, habiskan anggaran, namun tidak memberi efek apapun ke depannya. Masa depan anak bangsa, tentu menjadi suatu tantangan, agar angka pencabulan bisa ditekan. Termasuk pergaulan bebas.
“Mana peran dinasnya, jangan hanya minta anggaran tapi tidak ada kerja. Seremonial saja,” ungkapnya.
Ia meminta Dinas Sosial, agar bisa membantu permasalahan tersebut, untuk memastikan kehidupan ibu dan calon anak yang dikandung. Termasuk, berkoordinasi dengan instansi terkait, untuk menyediakan rumah aman, bagi calon ibu tersebut.
“Kita tahu, stigma masyarakat ke depannya seperti apa. Jangan sampai, mentalnya terganggu. Ini yang harus diwaspadai, berikan pendampingan,” bebernya.
Lebih lanjut, dijelaskannya untuk ke depan agar ada sosialisasi dan tindakan nyata, guna mencegah perilaku seks bebas di kalangan pelajar. Beri pemahaman tentang bahaya dan risiko. Satpol PP juga diminta aktif, untuk melakukan razia dan penerapan jam malam bisa dilakukan di Berau.
“Pengawasan orangtua tentu sangat penting. Agar si anak, tidak terjerumus bujuk rayu seseorang yang ingin merusak masa depannya,” tutupnya. (hmd/adv/arp)
Editor : izak-Indra Zakaria