SAMARINDA–Hampir dua bulan penemuan lokasi penyulingan minyak mentah ilegal di Kelurahan Sambutan, namun kepolisian belum berhasil membongkar dalang mafia minyak tersebut. Untuk diketahui, pada 8 November itu, ada empat lokasi digerebek polisi.
Ketika itu, petugas mengamankan Ardiansyah yang mengaku sebagai koordinator penyulingan minyak mentah tersebut. Sebelumnya, 4 November polisi menangkap Herdiansyah selaku koordinator illegal tapping di Sangasanga, Kukar.
Pada 29 November, jajaran Polres Kukar dibantu anggota Reskrim Polres Berau menangkap Markuat dan Juheri di Berau. Jadi sebenarnya, bukan hanya di Kota Tepian, praktik merugikan negara dari sektor ini juga terungkap di daerah lain.
Pihak Pertamina pun telah memastikan adanya kesamaan jenis minyak di lokasi penemuan. Namun, pelaku utama kasus tersebut tampaknya cukup sulit bagi kepolisian untuk mengungkap secara tuntas. Mafia minyak atas kasus tersebut masih misterius.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Damus Asa mengatakan, pihaknya belum mendapatkan petunjuk terkait dalang empat lokasi temuan di Samarinda. "Sampai saat ini baru Ardiansyah saja, beberapa penemuan itu digerebek dulu baru melapor ke kami. Saat ke lokasi juga sudah tidak ada pelakunya," ucap dia.
Menurut Damus, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak Polres Kukar untuk mengembangkan kasus tersebut. “Sudah kami koordinasikan, tapi dugaan yang mengarah ke pelaku yang ada di Samarinda tidak ada. Kami tidak tahu dalang dari pelaku illegal tapping di Kukar. Kami fokus ke masalah penyulingan saja," jelasnya.
Namun, pihaknya terus melakukan kerja sama dengan tim ahli dari Pertamina untuk mengusut kasus tersebut. (*/dad/kri/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria