Diperiksa lebih dari delapan jam, Irawansyah mengaku harus menjawab 20–25 pertanyaan penyidik. Selain sekretaris kabupaten Kutim itu, hadir juga adik Ismunandar yang tak memenuhi panggilan Jumat (24/7) lalu.
SAMARINDA – KPK melakukan pemeriksaan maraton untuk menggali keterangan dalam kasus dugaan suap proyek infrastruktur di Pemkab Kutai Timur. Pemanggilan saksi dilakukan dalam dua hari terakhir. Jumat (24/7) lima saksi diperiksa di Mapolresta Samarinda. Dan kemarin, komisi antirasuah kembali memintai keterangan delapan saksi. Tujuh di antaranya saksi baru, sementara satu lagi adalah saksi yang tidak memenuhi panggilan hari sebelumnya.
Tujuh saksi yang diperiksa kemarin merupakan saksi baru yang tidak termasuk dalam 11 daftar nama yang dirilis KPK melalu juru bicaranya, Ali Fikri, sebelumnya. Pemeriksaan saksi dalam kasus yang menyeret Bupati Kutim Ismunandar itu dilakukan di Aula Wira Pratama lantai 2 Polresta Samarinda.
Pemeriksaan kemarin menghadirkan Irawansyah. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kutim itu tak masuk dalam 11 daftar nama pemanggilan saksi. Pemeriksaan tak jauh berbeda dari sebelumnya. Dimulai pukul 09.00 Wita dan dilakukan 14 penyidik KPK dengan pintu aula yang tertutup rapat, saksi diperiksa secara bersamaan.
Setelah tiga jam pemeriksaan, tepatnya pada 12.30 Wita, para saksi sempat meninggalkan aula Polresta Samarinda. Termasuk Irawansyah. Mengenakan setelan batik bercorak putih dipadu kopiah hitam, Irawansyah berjalan santai menuju musala untuk melaksanakan salat Zuhur didampingi orang dekatnya. Sempat berbincang dengan harian ini, dia mengaku baru tiba di Kota Tepian pada Jumat lalu (24/7).
“Saya kemarin ke Samarinda dan nginap di Loa Bakung untuk persiapan pemeriksaan hari ini. Saya nginap dahulu biar nggak capek,” kata Irawansyah.
Ditanya kepentingannya menghadiri pemeriksaan lantaran namanya tak ada dalam 11 daftar pemanggilan, Irawansyah mengaku tidak tahu-menahu. Bahkan pria yang menjabat sebagai sekkab sejak 2016 itu terlihat terkejut.
“Loh nggak ada kah? Tapi yang jelas surat panggilannya ada ke saya,” jawabnya dengan nada terkejut.
Saat ditanya lebih jauh terkait pemangilannya, Irawansyah enggan berkomentar. Dirinya meminta awak media menunggu hingga adanya rilis resmi dari KPK. “Nanti aja dulu, ya," singkat Irawansyah sambil memasuki musala.
Pemeriksaan kembali berjalan pukul 13.30 Wita. Namun, saat pemeriksaan sedang berlangsung, salah seorang saksi pria lainnya di luar tujuh saksi yang dihadirkan, memasuki aula pada 14.25 Wita. Penyidik KPK yang sempat keluar ruangan pun saat ditanyai membenarkan hal tersebut.
“Memang ada satu saksi tambahan, yang kemarin (Jumat) nggak datang,” terang penyidik yang enggan disebutkan namanya itu.
Diketahui saksi yang memenuhi panggilan itu adalah Panji, staf Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutim. Untuk diketahui, Panji dan Yeni (adik perempuan Ismunandar), mangkir pada pemanggilan pertama pada Jumat lalu (24/7).
Kembali ditemui Kaltim Post, Irawansyah mengaku telah selesai memberikan keterangan pada pukul 17.00 Wita. “Sudah selesai barusan. Hari ini (kemarin) saya langsung pulang ke Kutim,” sambil berjalan menuju pintu utama Polresta Samarinda. “Ada 20 sampai 25 pertanyaan lah kira-kira,” sambungnya.
Namun, mengenai pertanyaan dan kepentingannya dalam pemeriksaan, Irawansyah enggan berkomentar. Dirinya menerangkan, ini pemanggilan merupakan perdana untuk memberikan keterangan. Sementara saat operasi tangkap tangan (OTT) pada 27 Juli lalu, dia hanya diminta menyaksikan penggeledahan di ruang kerjanya.
“Ini pemeriksaan pertama, kemarin cuma saksi, ‘kan penggeledahan saja. Saya siap jika diminta keterangan kembali. Saya kooperatif,” ungkapnya sambil memasuki mobil dinas Pajero hitam.
Pemeriksaan yang dilakukan berlangsung selama delapan jam lebih, tepatnya hingga pukul 17.27 Wita. Satu demi satu saksi pergi meninggalkan gedung Polresta Samarinda di Jalan Slamet Riyadi, Sungai Kunjang. Tampak para saksi berjalan terburu-buru menghindari awak media.
Terpisah, satu di antara 14 penyidik yang ditemui mengatakan, 11 saksi yang kemarin dirilis Jubir KPK Ali Fikri telah selesai diperiksa semua. Bahkan Yeni, adik Ismunandar yang sempat mangkir, pun diperiksa KPK.
“Kan kemarin (Yeni) di Jakarta sana (pemeriksaannya). Ada satu lainnya yang kemarin (Jumat) nggak datang sudah memenuhi panggilan kami," ungkap penyidik KPK yang enggan diwartakan namanya.
Soal pemanggilan Sekkab Kutim Irawansyah pun diketahui lantaran memiliki jabatan strategis di pemerintahan. Termasuk selaku ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Sekkab pun dinilai mengetahui dokumen proyek maupun surat keputusan (SK) Bupati Kutim Ismunandar.
Ditanya lebih jauh tentang pemeriksaan kemarin, penyidik KPK itu menjawab ada tujuh saksi baru yang telah selesai diperiksa lembaga antirasuah ini. Dari tujuh saksi baru itu, diketahui satu di antaranya Sekkab Kutim Irawansyah.
"Setiap hari paling nggak 7-8 orang akan dipanggil sebagai saksi. Semuanya masih berada di lingkup pemkab (Kutim) dan rekanan. Nanti yang sudah diperiksa akan dirilis sama pusat (KPK)," bebernya.
Dari 18 orang yang telah diperiksa, KPK menekankan bahwa tidak semua berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN). Beberapa lainnya sebagai pekerja swasta yang merupakan rekanan Pemkab Kutim. "Mungkin pemeriksaan bisa berlangsung hingga Selasa atau Rabu depan," kuncinya. (*/dad/dwi/k16)
Editor : izak-Indra Zakaria