Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pojok Internet, Tempat Belajar Daring Gratis Buah Kepedulian Warga

izak-Indra Zakaria • 2020-09-07 13:56:18
Siswa belajar di Kwarcab Gerakan Pramuka Balikpapan.
Siswa belajar di Kwarcab Gerakan Pramuka Balikpapan.

Sistem belajar secara daring masih berlangsung. Membuat beberapa pelajar harus memiliki sarana penunjang dalam belajar. Terutama handphone dan kuota internet.

 

OKTAVIA MEGARIA, Balikpapan

 

PADA masa sekarang, handphone dan kuota internet bukan lagi fasilitas pembantu dalam belajar. Melainkan sebagai fasilitas utama. Artinya, harus dimiliki oleh seluruh pelajar di belahan dunia. Lebih tepatnya, hal itu terjadi kala pandemi Covid-19 melanda hampir di seluruh negara. Membuat seluruh sektor sulit bergerak seperti biasa. Salah satunya dunia pendidikan.

Khusus di Kota Minyak, bermula pada Maret lalu. Di mana semua sekolah diimbau menutup rapat gerbang. Pelajar mendadak belajar dari rumah. Bermodal handphone dan kuota internet. Kenyataannya, tak hanya kesulitan di handphone, kuota internet pun jadi kendala. Beberapa pelajar bahkan orangtua mengeluhkan sulitnya memenuhi hal tersebut.

Polemik itulah yang memberi dorongan pada Kwarcab Gerakan Pramuka Balikpapan. Yang berasal dari imbauan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan agar menyediakan pojok pendidikan.

Karena itu, pihak Kwarcab Balikpapan membagikan jaringan internet atau wifi milik mereka. Wadah yang berada di Jalan Telaga Sari, Balikpapan Kota itu, baru dibuka pada Senin (24/8) lalu.

Disebut sebagai Pojok Internet, salah satu ruang di gedung itu diisi dengan meja kayu. Disediakan bagi pelajar yang ingin mengakses internet, untuk mengikuti proses belajar daring. “Saat ini kami mengimbau warga sekitar sini, agar anaknya bisa mengakses wifi yang ada,” ujar Sekretaris Kwarcab Balikpapan Budi. Tak hanya warga sekitar, pelajar lain yang memerlukan internet juga bisa datang ke Pojok Internet.

Lanjut dia, pada hari pertama dibuka, tiga pelajar telah mengisi ruang tersebut. Namun belakangan jumlahnya kian meningkat. Yakni berkisar enam sampai tujuh orang. Sementara untuk kuota, pihaknya membatasi 10 orang saja.

Siswa yang mendatangi wadah internet itu berasal dari berbagai tingkatan. Dari SD hingga SMA. Yang memang semua tingkatan tersebut, ada di sekitar gedung Kwarcab Pramuka Balikpapan itu.

Kata Budi, Pojok Internet menerima pelajar mulai pukul 08.00–12.00 Wita. Namun, jika lebih dari waktu tersebut pun tak masalah. Apalagi gedung itu selalu diisi oleh pengurus hingga sore.

Begitu pula dengan harinya. Meski dibuka setiap hari, pelajar hanya datang pada Senin hinggaJumat. Sementara Sabtu dan Minggu biasanya merupakan hari libur, tidak ada pelajar yang datang.

Para pelajar itu pun belajar secara mandiri. Biasanya mereka mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru masing-masing. Tetapi, kata Budi, mayoritas pengurus Kwarcab Pramuka Balikpapan merupakan tenaga pendidik, sehingga jika perlu bantuan, pelajar bisa bertanya kepada pengurus.

Selain internet, nyatanya pihaknya juga memberi fasilitas lain. Berupa konsumsi bagi siswa. Yang ditanggung oleh kelompok yang diketuai oleh Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud itu.

Walau disediakan internet secara cuma-cuma, bukan berarti tak ada aturan di tempat tersebut. Para pelajar yang datang wajib mematuhi protokol kesehatan. Mengenakan masker dan cuci tangan, serta menjaga jarak.

Melihat animo pada pekan pertama, Budi tak menampik penambahan penghuni Pojok Internet akan meningkat. Dari hal itu, mereka telah melakukan antisipasi bersama. “Kami rencananya menggunakan sanggar pramuka, jika jumlahnya bertambah,” kata dia.

Ia menyebut, belum ada kendala yang berarti selama disediakannya Pojok Internet. Tetapi pihaknya berharap, wadah tersebut tak hanya tersedia pada masa pandemi. Melainkan akan berkelanjutan. Menurut Budi, selama tujuannya ke hal positif, pihaknya tidak akan keberatan.

Salah satu siswa yang tampak belajar di Pojok Internet pada Rabu (26/8) lalu, yakni Felisa Azzahra. Salah satu warga Telaga Sari itu mengaku kesulitan mengakses internet. Belum lagi, ekonomi keluarganya cukup sulit sekarang. Dia mengerjakan tugas-tugas sekolah dari pukul 08.00–13.00 Wita. Kini siswi kelas IX SMP 3 Balikpapan itu mengaku sangat tertolong dengan adanya Pojok Internet tersebut. (rom/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria