Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Oknum ASN Kesehatan Jual Rapid Antigen Palsu, Ketua IDI dan Kadinkes Akui Kecewa

izak-Indra Zakaria • 2021-04-28 11:35:47
Para pelaku yang diamankan di Mapolres Berau, akibat nekat menjual dan menggunakan rapid antigen palsu
Para pelaku yang diamankan di Mapolres Berau, akibat nekat menjual dan menggunakan rapid antigen palsu

Dayat / BP

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Iswahyudi mengaku kecewa dengan ulah oknum aparatur sipil negara (ASN) yang nekat menjual hasil rapid antigen palsu untuk kepentingan pribadi.

Iswahyudi yang dikonfirmasi pada Selasa (27/4) mengatakan, ulah oknum tersebut bisa mencoreng kepercayaan masyarakat, di tengah upaya pemerintah menekan angka penyebaran Covid-19 di Bumi Batiwakkal.

“Untuk kedinasan kami sudah mewanti-wanti kepada setiap petugas PKM (Pusat Kesehatan Masyarakat),” bebernya.

Dijelaskan Iswahyudi, secara kompetensi mereka punya keahlian untuk melakukan pengujian rapid antigen, tetapi kejadian kemarin, dilakukan secara tidah sah, dalam artian, yang bersangkutan, tidak melakukan prosedur tahapan untuk mendapatkan surat antigen.

“Dia tidak melakukan pengujian sama sekali, tapi berani mengeluarkan produk hasil rapid antigen,” katanya.

Diakuinya, pihaknya sejak awal sudah menegaskan kepada setiap kepala PKM, agar mewanti-wanti petugasnya, jangan sampai mencari keuntungan dari adanya musibah Covid-19 ini. ia mengatakan, meskipun memiliki keahlian dibidangnya, belum tentu bisa mengeluarkan surat rapid antigen.

“Inikan tindakan salah, mencari keuntungan yang tidak seberapa, namun berujung pidana,” paparnya.

Iswahyudi mengatakan, terkait dengan kelanjutannya, pihaknya mempercayakan sepenuhnya kepada pihak kepolisian, kemudian setelah berkas dari kepolisian lengkap, pihaknya akan mengajukan kepada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Berau dan kemudian ke Bupati Berau.

“Itu ada alurnya, yang berbagai macam hukuman, dan yang terberat adalah pemecetan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Berau, Jusram mengatakan hal seperti ini biasanya terjadi di kota besar, ia mengaku terkejut aksi tersebut juga terjadi di Berau. Ia mengungkapkan, hal ini sama saja memundurkan Berau dalam masalah penanganan Covid-19.

“Kita tidak bisa memegang kepastian atau kepercayaan pada surat seperti ini, karena bisa dipalsukan, ini menurunkan kepercayaan masyarakat,” katanya.

Ia melanjutkan, dengan terungkapnya kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi siapapun yang hendak melakukan tindakan yang sama. Ia mengaku kecewa dengan ulah oknum tersebut, pasalnya, bisa saja karena ulahnya, orang yang terpapar Covid-19, namun dengan memegang surat palsu dengan hasil negatif, bisa menyebarkan kepada orang lain.

“Ini sangat berbahaya, bisa dibayangkan, bila calon penumpang yang diberikan surat palsu tersebut, ternyata ia positif, apa tidak menyebarkan satu pesawat, belum lagi jika ia bertemu dengan keluarganya,” ujarnya.

Jusram mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan klinik yang dicatut namanya, jika klinik yang bersangkutan meminta pengawalan kasus, tentu dari IDI Berau, akan mengawal kasus tersebut. “Kasus tersebut sepenuhnya kami percayakan kepada pihak kepolisian,” pungkasnya. (hmd)

Editor : izak-Indra Zakaria
#berau