BALIKPAPAN—Awal Ramadan lalu, pengurus Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) Yayasan Pro Natura akhirnya bertemu dengan Dinas Kehutanan Kaltim. Pada pertemuan tersebut ada respons positif dan dukungan terhadap KWPLH.
Pada tahun 2022, Dinas Kehutanan Kaltim akan mengupayakan dukungan anggaran. Sementara ini, pengurus KWPLH diminta membuat proposal kepada perusahaan-perusahaan besar di Kaltim serta memberikan surat dukungan. Diharapkan dari proposal tersebut banyak pihak bisa membantu keberlangsungan pemeliharaan fauna yang hidup di KWPLH, terutama beruang madu yang merupakan maskot Balikpapan.
KWPLH seperti diberitakan sebelumnya, sempat kewalahan dan mengalami defisit. Dikarenakan kebutuhan anggaran operasional dalam setahun tidaklah sedikit. Setidaknya butuh Rp 1,9 miliar. Tanpa menerapkan tiket masuk, KWPLH begitu bergantung pada pemasukan dana tidak terikat/donasi suka rela.
Kebanyakan donasi berasal dari luar negeri, seperti Swiss maupun Belanda. Dari dalam negeri, sejumlah perusahaan pun memberikan donasi bagi KWPLH meski tidak berkelanjutan.
“Selain mencari donatur luar negeri, kami juga didukung dinas agar mencari donatur di Kaltim. Sudah ada draf, tinggal finalisasi proposal. Semoga bisa segera bergerak. Sebab, ‘kan sudah masuk pertengahan 2021. Sebelum berakhir kami harus bisa memenuhi kebutuhan anggaran pada 2022 nanti,” beber Uvang Permana, sekretaris eksekutif Yayasan Pro Natura.
Selama pandemi jam kunjungan dibagi dua sesi, pagi hari pukul 09.00-11.00 Wita, lalu dibuka lagi pukul 14.00-16.00 Wita. Kini mulai kembali normal, yakni dibuka pukul 08.30-16,30 Wita.
Catatan tahun sebelumnya, jumlah pengunjung menurun hingga 71 persen. Biasanya akhir pekan/weekend kunjungan mencapai 300-500 orang. Mengikuti peraturan pemerintah, kapasitas pengunjung sementara waktu hanya diperbolehkan 50 persen.
Pada 13-16 Mei lalu, dilakukan penutupan tempat wisata. Setelahnya, tanggal 17 hingga 23 Mei, KWPLH sempat dibuka kembali untuk umum. Meski kunjungan belum meningkat, Sabtu (22/5) kunjungan tercatat 125 orang dan Minggu (23/5) ada 251 orang datang berkunjung. Pengunjung wajib menerapkan protokol kesehatan. Ketika melihat beruang madu sedang makan di shelter pun dibatasi.
“Dikarenakan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) diperpanjang kembali, KWPLH tutup lagi,” sebutnya. Perpanjangan PPKM berlangsung mulai 24 Mei hingga 6 Juni. Hal itu dikarenakan Kota Minyak secara nasional masuk zona oranye, sehingga wajib menutup lokasi wisata guna mencegah penyebaran Covid-19. Meski ditutup, Uvang mengatakan, aktivitas pengawas tetap seperti biasa, perawatan hingga kebersihan berjalan rutin.
“Kami sadar anggaran dari donasi saja tidak cukup, harus ada keterlibatan dari perusahaan dan pemerintah. Beruntung ada beberapa perusahaan mulai membantu seperti Komatsu, ada pula pihak Four Points Hotel akan melakukan adopsi terhadap beruang madu. Semoga semakin banyak pihak bisa terlibat dan membantu kami sehingga menjaga keberlangsungan hidup hewan di KWPLH,” tutupnya. (lil/ms/k15)
Editor : izak-Indra Zakaria