Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kasus Meroket, PM Korsel Positif Covid-19, Sekolah Tetap Menggelar PTM

izak-Indra Zakaria • Jumat, 4 Maret 2022 - 22:13 WIB
Kim Boo-kyum
Kim Boo-kyum

SEOUL – Perdana Menteri Korea Selatan (Korsel) Kim Boo-kyum positif Covid-19. Dia tertular di tengah tingginya kasus baru di negara tersebut. Pekan ini, kasus penularan harian dan kematian bahkan menembus angka tertinggi sejak pandemi terjadi pada akhir Desember 2019.

Kim belakangan getol mengampanyekan vaksinasi. Dia juga turun langsung ke lapangan untuk mengecek upaya pencegahan penularan Covid-19. Mulai mengunjungi fasilitas medis, melakukan pertemuan reguler dengan para pakar dan pejabat terkait, hingga mengecek fasilitas karantina.

’’Dia batuk-batuk sedikit pagi ini, tapi sekarang hanya tersisa gejala ringan,’’ bunyi pernyataan kantor PM kemarin (3/3) sebagaimana yang dikutip Channel News Asia.

Tidak diungkapkan dengan pasti Kim tertular virus SARS-CoV-2 tersebut di mana dan siapa saja yang kontak dengannya. Mereka hanya memaparkan bahwa Kim kini menjalani isolasi di rumah dinasnya. Pertemuan-pertemuan untuk penanggulangan Covid-19 sementara dipimpin pejabat lainnya.

Badan Pencegahan dan Kontrol Penyakit Korea (KDCA) mengungkapkan, tercatat ada 198.803 kasus harian pada Rabu (2/3). Angka itu menurun jika dibandingkan dengan sehari sebelumnya yang memecahkan rekor, yaitu 219.241 kasus. Bila penularan turun, angka kematian justru naik menjadi 128 kasus. Sejak pandemi, ada 8.394 penduduk yang kehilangan nyawa akibat Covid-19. Kasus parah dan membutuhkan perawatan medis menjadi 766.

Angka penularan masih berpeluang naik lagi. Sebab, para pakar memperkirakan pertengahan Maret nanti menjadi puncak gelombang penularan varian Omicron. Diprediksi, angkanya memecahkan rekor penularan di atas 330 ribu per hari.

Meski persebaran Omicron belum terkendali, sekolah-sekolah di Korsel kembali memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) mulai Rabu lalu. Pemerintah memberikan kebebasan pada sekolah untuk tetap online atau PTM di tahun ajaran baru ini. Mayoritas sekolah memilih untuk PTM. ’’Setelah dua tahun pandemi, sekolah-sekolah saat ini sudah cukup berpengalaman menjalankan kegiatan belajar-mengajar dengan aman,’’ terang Menteri Pendidikan Korsel Yoo Eun-hae sebagaimana yang dikutip The Straits Times.

Saat ini ada sistem tanggap darurat yang siap membantu mengendalikan dan mencegah infeksi di sekolah. Meski begitu, Yoo sangat menyarankan agar siswa menjalani tes antigen dua kali sepekan sebelum berangkat sekolah. Jika positif, mereka bisa istirahat di rumah dulu agar tidak menulari teman-temannya.

 

Australia Barat Buka Perbatasan

Sementara itu, Australia Barat akhirnya membuka perbatasannya kemarin. Negara bagian di Australia itu menjadi wilayah terlama yang menutup perbatasan. Tepatnya 697 hari. Australia Barat menutup pintu untuk pengunjung domestik maupun internasional sejak 5 April 2020. Itulah awal pandemi gelombang pertama mencuat.

Mulai pukul 00.00, penerbangan lokal dan internasional boleh masuk. Karantina tidak diperlukan lagi. Sebelumnya, Australia Barat memang mau membuka perbatasan untuk urusan sangat mendesak. Itu pun harus karantina selama dua pekan setelah kedatangan. Ia menjadi wilayah paling ketat di Australia selama pandemi berlangsung.

’’Saya tahu rasanya terpisah dari keluarga dan betapa beratnya itu. Karena itu, saya berterima kasih kepada penduduk Australia Barat atas pengorbanan mereka agar seluruh negara bagian aman,’’ ujar Perdana Menteri Australia Barat Mark McGowan.

Sky News melaporkan, dua penerbangan pertama yang tiba di Perth, ibu kota Australia Barat, berasal dari Sydney dan Singapura. Penerbangan itu tiba dini hari. Mayoritas penumpangnya adalah warga Australia yang selama ini terpisah dari keluarganya. Selama 24 jam sejak perbatasan pertama dibuka, diperkirakan 5.000 orang datang. Ditambah 27.800 orang pada hari ini (4/3). Kebahagiaan tampak di berbagai penjuru Bandara Perth ketika mereka yang terpisah selama hampir dua tahun terakhir akhirnya bertemu.

’’Keluarga saya akhirnya kembali bersama,’’ kata salah seorang ayah yang kembali bertemu dengan anak-anaknya sebagaimana yang dikutip The Washington Post. (sha/c14/bay)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Mancanegara