Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ahli Infrastruktur-Transportasi Pimpin IKN, Kementerian ATR Diminta Selesaikan Status Kepemilikan Tanah

izak-Indra Zakaria • Sabtu, 12 Maret 2022 - 17:48 WIB
Bambang Susantono (kiri) dan Dhony Rahajoe
Bambang Susantono (kiri) dan Dhony Rahajoe

Bambang Susantono dikenal memiliki torehan prestasi di bidang infrastruktur. Sementara Dhony Rahajoe, pionir pembangunan kota baru yang dilakukan Sinar Mas Land melalui salah satu proyeknya BSD City di Tangerang.

 

 

JAKARTA–Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe resmi menjabat kepala dan wakil kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara Kamis (10/3). Keduanya mendapat tugas dari Presiden Joko Widodo untuk tidak hanya memerhatikan pembangunan fisik. Setelah pelantikan di Istana Negara, Jakarta, kemarin, Bambang mengungkapkan mendapatkan pesan dari presiden untuk menjadikan IKN di Kaltim sebagai kota yang inklusif, hijau, cerdas, dan berkelanjutan.

“Dibangun untuk semua kalangan. City for all,” terang dia. Selain membangun IKN, dia diminta membangun kelekatan sosial dan interaksi antarwarga. Kearifan lokal juga diperhatikan. Lulusan ITB itu menyadari bahwa pembangunan kota yang baik memerlukan waktu yang panjang. Setidaknya 15 tahun. ”Kami segera hubungi kementerian dan lembaga terkait yang sudah persiapkan konsepnya. Salah satunya dengan Bappenas,” katanya. Dia berharap dukungan semua pihak untuk menyukseskan pembangunan IKN.

Ihwal penunjukkannya sebagai kepala otorita IKN, Bambang menuturkan, dua minggu lalu dihubungi pihak istana. Dalam waktu singkat, dia harus menyudahi pekerjaannya di Asian Development Bank (ADB) karena harus fokus pada IKN.

Di kesempatan yang sama, Wakil Kepala Otorita IKN Dhony Rahajoe menceritakan pengalamannya diajak membangun IKN. Akhir tahun lalu, Jokowi berkunjung ke kawasan BSD, Tangerang Selatan. Sepekan setelahnya dia mendapat telepon dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno untuk berdiskusi terkait IKN.

Dia mengungkapkan, diskusi tidak berjalan singkat. “Baru Rabu kemarin (9/3) diperintahkan untuk membantu menyukseskan pembangunan IKN,” katanya.

Seperti halnya Bambang, Dhony mundur dari jabatan lamanya. Selama ini dia menjabat managing director president Office Sinar Mas Land dan jabatan di perusahaan lainnya. “Jadi akan fokus untuk melaksanakan tugas yang berat ini,” ucapnya.

 

Sosok Bambang Susantono

Pria kelahiran Jogjakarta itu bukan orang baru dalam dunia transportasi. Dia pernah menjadi wamenhub pada 2009-2014. Juga, aktif di beberapa organisasi seperti Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) dan LSM Lingkungan Pelangi. Bambang aktif menuangkan karya-karyanya dalam bentuk tulisan. Setidaknya ada tiga buku yang sudah dia hasilkan. Pertama, Transportasi dan Investasi: Tantangan Multidimensi. Kemudian, Revolusi Transportasi dan 1001 Wajah Transportasi Kita.

Menurut Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno, Bambang banyak menuliskan tema yang luas soal transportasi. Namun, fokusnya hanya pada penataan transportasi perkotaan. "Macam-macam, mulai dari penataan trotoar, jalur sepeda, jalur pedestrian," tutur Djoko. Buku-buku itu, kata Djoko, ditulis Bambang, baik semasa ataupun sebelum menjabat sebagai wamenhub. Meski demikian, fokus Bambang cenderung pada penataan kawasan perkotaan. "Untuk angkutan perintis dan daerah-daerah belum," jelasnya.

Djoko menyebutkan bahwa Bambang memiliki torehan prestasi infrastruktur selama menjabat. Yakni, pembangunan double track jalur pantura Jakarta-Surabaya. Dengan kontribusinya, saat ini mayoritas jalur pantura antara dua metropolitan barat dan timur tersebut sudah memiliki double track. Jumlah lajur pun banyak untuk menampung jumlah kendaraan yang terus meningkat.

Sementara itu, dalam rapat terbatas (ratas) setelah melantik kepala dan wakil kepala otorita IKN, Jokowi membeberkan alasannya memilih Bambang dan Dhony. Kedua sosok itu disebut memiliki rekam jejak yang baik. "Pak Bambang, beliau ini memiliki rekam jejak sebagai lulusan ITB di bidang sipil infrastruktur, kemudian juga di bidang urban planning. Kemudian, S-2 dan S-3, pengalaman di bidang yang berkaitan dengan transportasi, yang berkaitan dengan finance,” ungkapnya.  

Sementara Dhony, diharapkan membantu dalam hal properti. Sebagai orang yang memiliki pengalaman di lapangan, Jokowi berharap keduanya bisa saling melengkapi. Menteri-menteri terkait juga diminta untuk membantu keduanya dalam pembangunan IKN. Presiden meyakini bahwa pembangunan IKN Nusantara menarik minat berbagai pihak untuk berinvestasi. Untuk itu, presiden mengharapkan gerak cepat Bambang dan Dhony. ”Saya ingin beliau berdua bekerja dengan cepat terutama yang berkaitan dengan kelembagaan segera diselesaikan," ucapnya.

Dalam ratas tersebut, Jokowi juga meminta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk segera menyelesaikan status kepemilikan tanah di kawasan IKN Nusantara. “Identifikasi dan verifikasi tanah yang mungkin masih dimiliki atau dikuasai oleh perusahaan maupun oleh masyarakat,” bebernya. Selain itu, kementerian terkait diminta untuk menghentikan penerbitan dan pengalihan hak atas tanah di wilayah IKN.Presiden menginstruksikan jajarannya untuk segera menyelesaikan pembentukan peraturan perundang-undangan yang merupakan turunan dari Undang-Undang (UU) IKN. “Saya harapkan di bulan Maret ini kalau bisa sudah selesai,” lanjutnya.

Sekretariat sebagai mesin birokrasi di IKN Nusantara untuk membantu pelaksanaan tugas-tugas otorita juga harus segera dibentuk. Kepala negara meminta agar masyarakat daerah setempat dilibatkan dalam struktur Otorita IKN. “Saya harapkan nanti otorita juga bisa untuk deputinya merekrut orang daerah, sehingga keterlibatan masyarakat di daerah betul-betul kita libatkan," ucapnya. (lyn/tau/fal/jpg/riz/k16)

 

 

Editor : izak-Indra Zakaria
#ibu kota negara