SAMARINDA–Buntut dari laporan warga RT 02, Jalan Sultan Alimuddin, Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan, atas adanya titik longsor yang berimbas ke rumah warga. Atas kondisi itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) berencana melakukan perbaikan. Namun, imbasnya jalur tersebut akan ditutup total terhitung Sabtu (1/10).
Camat Sambutan Yosua Laden mengatakan, laporan warga soal longsor diterima sekitar pertengahan September lalu, yang langsung dilakukan pemantauan lapangan, Kamis (29/9). Pada pemantauan yang turut menghadirkan tim geologi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, serta Dinas PUPR Samarinda, diputuskan segera dilakukan perbaikan.
“Dari keterangan warga di bawah badan jalan ada crossing drainase lama dari log kayu, yang membesar membentuk aliran dari arah sisi kanan (Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir ke Kelurahan Sambutan,” ucapnya, Jumat (30/9).
Dia menerangkan, saat perbaikan nanti, imbas penutupan pada titik yang rusak, pihaknya telah disiapkan jalur alternatif melalui Jalan Padat Karya tepat di depan Masjid Agung Syaichona Cholil Pertiwi, yang tembus menuju Jalan Sejati. Jalur tersebut terbilang sempit karena berada di permukiman padat, namun kendaraan roda dua bisa melintas.
“Nanti kami arahkan pelaksana perbaikan longsor dari Dinas PUPR untuk memasang papan peringatan tepat di depan jalan masuk Jalan Sultan Alimuddin (Gunung Manggah) agar pengendara menghindari masuk ke lokasi perbaikan. Begitu juga pada jalur alternatif akan dipasang rambu petunjuk arah,” terangnya.
Sebagai informasi, kepastian perbaikan jalan tersebut tertuang dalam surat pemberitahuan penutupan Jalan Sultan Alimuddin yang diterbitkan Dinas PUPR Samarinda, Kamis (29/9) lalu.
Pada surat tersebut tercantum hasil inspeksi lapangan bahwa telah terbentuk rongga di bawah badan jalan dengan ketinggian sekitar 2,5 meter menghubungkan dua sisi bahu jalan. Bahwa penutupan jalan direncanakan mulai paling lama Sabtu (1/10), dilanjutkan pelaksanaan penanganan. (kri/k8)
DENNY SAPUTRA
@dennysaputra46
Editor : izak-Indra Zakaria