BERAU–Fungsi dan tugas pokok perpustakaan mengalami perubahan signifikan seiring dengan perkembangan zaman. Jika beberapa tahun lalu dunia perpustakaan disebut hanya mengurus buku semata bagi pengunjungnya, kenyataannya sekarang jauh lebih menantang dan berat.
“Saat ini Badan Perpustakaan dan Badan Kearsipan menjadi satu. Penggabungan ini menurut saya tepat karena antara perpustakaan dengan kerasipan beda-beda tipis saja, kalau arsip bagaimana mengolah dan menyelamatkan dokumen negara hingga terjaga dengan baik, sedangkan perpustakaan menyajikan informasi lebih luas kepada masyarakat,” kata Kepala DPK Kaltim M Syafranuddin saat menutup Festival Bulan Kunjungan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Berau, belum lama ini.
Pria yang akrab disapa Ivan ini berharap, semua ASN yang ditempatkan di perpustakaan tidak berkecil hati, tetapi bangga karena bisa menunaikan tugas lebih maksimal untuk mencetak generasi muda Kaltim yang siap menyongsong perpindahan Ibu Kota Negara RI.
“Mengolah perpustakaan sama dengan Dinas Pendidikan di mana hasilnya dalam waktu beberapa tahun ke depan, demikian dengan pengarsipan,” imbuhnya.
Karena itu, Ivan menyebutkan sejumlah program terus ia kembangkan termasuk bisa mengelola eks Hotel Atlit di GOR Kadrie Oening Samarinda, agar peran dan fungsi DPK lebih maksimal.
“Sekarang Perpustakaan tidak semata mengurus buku literatur yang disajikan kepada pengunjung, tetapi bagaimana perpustakaan berperan dan mendorong aspek sosial, budaya dan ekonomi masyarakat. Perpustakaan berperan memfasilitasi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki,” tutupnya. (adv/humasdpk/luc/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria