TENGGARONG–Pemkab Kukar sudah banyak memfasilitasi kelompok tani. Kini, kelompok tani itu bisa menjalin kerja sama dengan pihak lain. Demikian diungkapkan Bupati Kukar Edi Damansyah saat memberikan arahan pada rakor perencanaan terpadu pengelolaan perhutanan sosial di Pendopo Odah Etam, pekan lalu.
Dia mencontohkan, penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kelompok Tani Hutan Trigona dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) dan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT). Edi berharap, dengan kerja sama itu, peningkatan kelompok tani lebih cepat. Juga, ruang lingkup areanya lebih luas dan bisa menambah kelompok-kelompok baru.
“Kita bisa berkaca dari apa yang dilakukan Eni Muara Bakau (perusahaan migas asal Italia yang merupakan operator dari Blok Muara Bakau) di Handil Baru. Itu awalnya memulai kegiatannya dari nol. Dari awalnya 20 orang sekarang sudah sampai 120 orang, kelompoknya berkembang dan sudah membentuk zonasi-zonasi di sana, bahkan sudah kami ikutkan lomba inovasi nasional,” tuturnya.
Menurut Edi, pola tersebut akan diadopsi di beberapa wilayah di Kukar dengan tagline atau semboyan, tiap hari menanam tiap hari panen. Ia berharap, kerja sama itu bisa dijalankan dengan baik. Kukar ingin membuat percontohan yang nantinya bisa diaplikasikan di tempat lain.
“Kami yakin ini akan berjalan dengan baik. Dari kerja sama ini akan dibuat rencana kerjanya, sehingga nanti peran Pertamina, peran kami di kabupaten terlihat jelas,” tegasnya. (prokom01/kri/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria