Seorang pria kebangsaan Amerika Serikat memalsukan kematiannya dan melarikan diri ke Inggris untuk menghindari tuduhan pemerkosaan di Utah.
Pria yang akan diekstradisi ke Amerika Serikat namun masih berada di Inggris atas tuduhan pemerkosaan.
Nicholas Rossi (36) yang menggunakan identitas palsu sebagai yatim piatu di Irlandia, dalam usahanya yang berlarut-larut untuk meyakinkan pihak berwenang.
Bahwa ia bukanlah orang yang dicari terkait pemerkosaan tahun 2008 di Utah dan kini berada dalam tahanan polisi Essex, Inggris.
"Petugas yang menyelidiki tuduhan pemerkosaan yang belum lama terjadi di Chelmsford, melaporkan kepada kami pada April 2022 telah menangkap seorang pria berusia 36 tahun," kata seorang juru bicara.
Tuduhan terbaru terhadap Rossi bermula pada tahun 2017, ketika seorang wanita berusia 42 tahun yang ia temui di sebuah aplikasi kencan menuduhnya.
Wanita tersebut menuduh Rossi memperkosanya setelah dari Amerika Serikat, untuk tinggal bersama di rumahnya di Essex.
Wanita tersebut melaporkan pemerkosaan yang dialaminya kepada polisi tahun lalu. Namun, Rossi menegaskan bahwa dia tidak pernah bertemu dengannya.
Tuduhan baru ini telah membuat proses ekstradisinya ke Amerika Serikat tertunda, dimana ia didakwa melakukan pelecehan seksual terhadap mantan pacarnya di Orem, Utah, pada tahun 2008.
Pihak berwenang menyatakan bahwa identitas asli Rossi adalah Nicholas Alahverdian, dan ia juga diduga melecehkan serta mengancam wanita di negara bagian lain.
Dia juga menghadapi beberapa pengaduan, di Rhode Island, Amerika Serikat atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga.
Namun, dia telah berjuang untuk kembali ke Amerika Serikat sejak ditangkap pada Desember 2021 di rumah sakit Glasgow, Inggris tempat dia dirawat karena COVID-19.(*)
Editor : izak-Indra Zakaria