Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Sedot Investasi, Kembangkan Wisata Maratua

izak-Indra Zakaria • 2023-10-24 09:56:47
DUKUNG PARIWISATA: Akmal Malik yang menghadiri FGD Pengembangan Investasi melalui Pengembangan Kawasan Konservasi Perairan di Berau secara virtual, kemarin.
DUKUNG PARIWISATA: Akmal Malik yang menghadiri FGD Pengembangan Investasi melalui Pengembangan Kawasan Konservasi Perairan di Berau secara virtual, kemarin.

PENAJAM-Blue economy atau ekonomi biru menjadi isu prospektif dalam pengembangan investasi daerah. Meski demikian, pengembangan ekonomi biru secara nasional diakui masih belum maksimal.

“Kendalanya masih seputar pemahaman dan sumber daya manusia, institusi dan kelembagaan serta regulasi yang belum memadai,” kata Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik saat mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Investasi melalui Pengembangan Kawasan Konservasi Perairan di Berau secara virtual dari Kantor Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Senin (23/10).

Akmal menjelaskan Indonesia menargetkan 32,5 juta kawasan konservasi perairan (KKP)  atau 10 persen dari luas perairan Indonesia pada 2030.

Hal itu merupakan kontribusi untuk komitmen global sustainable development goals atau  convention of biology diversity. “Pada awal KKP ditujukan untuk perlindungan biodiversity. Namun seiring waktu diperlukan juga untuk kawasan konservasi yang bermanfaat bagi keberlanjutan sumber daya perikanan. Itu menjadi potensi yang bagus,” ucapnya.

Akmal menegaskan, Pemprov Kaltim berusaha memaksimalkan potensi penerapan ekonomi biru sebagai kawasan strategis pariwisata hingga berpotensi mendapatkan kompensasi dari sertifikat blue bond.

Maka menurutnya, keberadaan Tim Pelaksana Percepatan Kerja Sama Pengembangan Strategis Kepariwisataan Kepulauan Maratua itu sangat penting. 

Program ekonomi biru untuk kawasan pariwisata yang diluncurkan oleh Pemkab Berau dan Pemprov Kaltim yang melibatkan pemuda serta masyarakat Maratua itu sangat bagus. “Tidak menutup peluang bagi Maratua untuk menjadi kawasan konservasi sekaligus pengembangan pariwisata,” tuturnya.

“Kami menyambut baik FGD ini. Manfaatkan ini sebagai momentum yang baik untuk menjadikan Maratua tidak hanya sebagai kawasan ekonomi, tapi juga pengembangan kepariwisataan di Kaltim,” sambung Akmal.

Hadir secara virtual dalam FGD tersebut Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Ketua Pelaksana Percepatan Kerja Sama Pengembangan Strategis Kepariwisataan Kepulauan Maratua Meiliana, dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. (sul/ky/adv/rom)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Dispar