TANA PASER - Pro kontra truk hauling batu bara yang melintas di Paser dari Kalimantan Selatan (Kalsel) direspons anggota DPRD Paser Muhammad Saleh. Saat demo sopir angkutan roda enam di kantor DPRD Paser, Saleh mengatakan masalah ini memang tidak adil. Ada truk yang lebih besar membawa semen muatannya lebih banyak kenapa tidak diprotes. Itu lebih dari roda 8 dan roda 10.
"Jika truk itu distop warga, harusnya truk semen juga distop warga," kata Saleh, Rabu (3/1).
Para sopir angkutan roda enam mengeluh sudah sepekan mereka tidak mengangkut muatan dan tidak tidak ada pemasukan. Para sopir itu sampai demo bersama anak istri ke kantor DPRD. Mereka dari perwakilan Kecamatan Muara Komam, Batu Sopang, dan Kuaro.
Ketua DPRD Paser Hendra Wahyudi mengatakan, pekan ini DPRD Paser langsung mengadakan kunjungan ke Biro Hukum, dan Dinas Perhubungan Pemprov Kaltim. Selanjutnya ke Kementerian ESDM. Sekaligus menyampaikan secara lisan untuk hadir rapat pada tanggal 8 Januari di Paser.
"Diharapkan semua stakeholder dapat hadir, kita hanya fasilitator tidak memiliki kewenangan," kata Wahyudi.
DPRD telah membagi tugas ke setiap komisi untuk membawa persoalan tersebut. Komisi I ke bagian hukum Setprov Kaltim, ESDM bagian komisi III, kemudian perhubungan kondisi II. “Kita sudah bagi tugas untuk menyampaikan persoalan secara lisan ke instansi-instansi tersebut. Dengan harapan, semua pihak di tanggal 8 hadir menyelesaikan permasalahan tersebut,” katanya.
Hendra menjelaskan kedua kelompok yaitu para sopir truk dan warga yang mengadang truk sama-sama warga Paser yang memiliki kepentingan dan memang punya kebutuhan. DPRD menyikapi agar bisa berjalan dua-duanya, apalagi untuk truk roda enam sebenarnya sudah berjalan lama. Hanya, masuknya roda 10 membuat masyarakat setempat tak bisa menoleransi, sehingga membuat masyarakat menyamaratakan semua untuk distop.
"Kita harus bisa mengakomodasi semuanya, tunggu saja tanggal 8. Kita akan menghadirkan PT Mantimin, vendor penyedia angkutan, pelabuhan, Pemprov Biro Hukum, ESDM, Balai Transportasi Darat, Polres Paser, Dinas Perhubungan Kaltim dan daerah," katanya. (jib/far/k15)
Editor : izak-Indra Zakaria