BALIKPAPAN–Rakorenbang Kelurahan Manggar diikuti 100 ketua RT yang menjadi ajang diskusi antara pemerintah dan masyarakat, guna menyusun rencana pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun berikutnya. Gelaran tersebut bertempat di Asrama Haji, Rabu (10/1), yang dihadiri pihak-pihak terkait.
Lurah Manggar Munir Achmad menuturkan, kegiatan tersebut kesempatan bagi masyarakat untuk mengajukan saran dan aspirasi untuk diperhatikan dalam rencana pembangunan. "Masyarakat luar biasa antusias dalam, perencanaan usulan pembangunan diharapkan dapat terwujud. Kami meminta dukungan dan sinergi serta kolaborasi kepada ketua RT dan stakeholder untuk mencapai Kelurahan Manggar menjadi lebih maju lagi," ungkapnya.
Kegiatan itu mendapatkan solusi untuk perbaikan. Pihak kelurahan menyerap usulan setiap ketua RT di Kelurahan Manggar yang mengusulkan dan menghimpun dengan harapan akan terealisasi. "Dan swadaya masyarakat ditingkatkan, serta partisipasi perusahaan sekitar juga ditingkatkan untuk perbaikan lingkungan. Perlahan namun pasti, semoga permasalahan di lingkungan kita bisa terealisasi," terangnya.
Sekcam Balikpapan Timur Qomar Setiawan yang membuka kegiatan tersebut mewakili Camat Mustamin mengatakan, menampung semua usulan baik fisik maupun nonfisik, sebagai dasar untuk menyusun pembangunan di 2025. "Kelurahan Manggar memiliki 21 usulan yang tertinggi di Baltim dari tiga kelurahan lainnya. Penentuan skala prioritas telah dikoordinasikan dengan LPM, lurah, serta pekerjaan mana yang dianggap penting untuk perbaikan," jelasnya.
Kelurahan Manggar terdapat 295 kegiatan, terdiri usulan perbaikan peningkatan jalan sebanyak 127 usulan. Usulan drainase baik pembuatan, peningkatan maupun pelebaran ada 85. Usulan perbaikan atau pembuatan jembatan yang diusung ada 11 kegiatan. Dan yang banyak mengusulkan penerangan jalan.
295 usulan disaring kembali dengan skala prioritas, dan terdapat 21 gambaran usulan untuk diikutsertakan di tingkat kecamatan. Namun, juga akan dipangkas lagi untuk diusulkan di tingkat kota.
Sementara itu, anggota DPRD Adrianto yang menjadi narasumber mengatakan, dari ratusan usulan-usulan yang masuk itu hanya mengusulkan kegiatan infrastruktur. Selanjutnya usulan terkait pendidikan, pemberdayaan kemasyarakatan atau pelatihan kemasyarakatan bisa dimasukkan perencanaan. "Sebenarnya kegiatan pelatihan kemasyarakatan memiliki peranan penting juga. SDM di lingkungan tersebut akan memiliki peningkatan mutu," tegasnya.
Rakorenbang Kelurahan Manggar juga mengakomodasi suara forum anak. Sementara suara dari kelompok disabilitas Kelurahan Manggar meminta diakomodasi untuk pelatihan pemberdayaan kelompoknya dalam kegiatan UMKM, seperti menjual keripik tempe. Dan dibuatkan pelatihan membuat kerajinan tangan dari anyaman rotan sebagai menunjukkan ciri khasnya Kelurahan Manggar.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi para ketua RT untuk disampaikan pada narasumber yang hadir. Di antaranya susahnya ketersediaan air bersih padahal Balikpapan ada dua waduk besar tadah hujan, namun kebanyakan warga tidak menikmatinya, dan meminta solusi dari pemerintah kota.
Pelatihan pertolongan pertama dari Katana Kelurahan Manggar juga disuarakan. Agar saat terjadi musibah masyarakat sudah paham yang harus dilakukan pertama kali. (pms/dra/k8)
SUPRIYONO LUPUS
@queenzalikalila0917
Editor : izak-Indra Zakaria