Namun kegiatan ini diketahui sudah berjalan bahkan sejak akhir tahun menggunakan APBD Kota Samarinda senilai Rp 36,2 miliar. Fokus terhadap pembangunan fisik dari eksterior atau bangunan luarnya saja. Sedangkan pembangunan interior serta sarana prasarananya baru berjalan saat ini.
Berdasarkan tinjauan media ini pada Rabu (24/7), secara kasat mata memang belum terlihat item-item yang bakal memenuhi gedung olahraga ini. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Suprayogi mengakui secara keseluruhan dari kegiatannya memang baru mencapai 30 persen. Padahal jika mengacu pada target pengerjaan proyek, seharusnya sudah bisa tuntas pada Oktober mendatang.
Hanya saja berdasarkan perhitungan teknis, sebenarnya progress saat ini sudah sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Persoalannya saat ini pihaknya harus mengejar penyelesaian pekerjaan Mechanical Electrical (ME). Dalam penjelasan teknis, hal ini mengacu pada aspek desain dan konstruksi bangunan.
“Beberapa barang ini sedang kami tunggu, seperti rumah genset, proteksi kebakaran, sound system, AC,” ujar Yogi. Pasalnya semua perangkat dalam pekerjaan ME dipesan dari luar daerah. Tak heran dalam pengadaannya memang memakan waktu yang tidak sebentar. Belum lagi harus diuji kembali sebelum benar-benar dikirim ke Samarinda.
Menambahkan Konsultan Pengawas Bobi Eko Iswahyudi untuk kapasitas dalam GOR yang tengah dikerjakan saat ini dipastikan sedikit berkurang dari sebelumnya. Sebab di setiap tribun diberikan alas duduk single seat (kursi perorangan) yang disiapkan sebanyak 1030 kursi. Sedangkan untuk VIP disiapkan sebanyak 43 seat.
Tak sampai disitu saja, Bobi membeberkan dalam pekerjaan tahun ini juga akan mengerjakan pembangunan pagar dengan tampilan yang lebih menarik dan memenuhi kebutuhan pengaman bangunan. Hanya saja untuk saat ini pihaknya masih fokus pada pekerjaan ME.
“Seharusnya pertengahan Agustus nanti barang sudah datang, jadi tinggal dipasang saja,” tegasnya. Sedangkan untuk kegiatan fisik yang masih berjalan saat ini di dalam GOR yaitu pemasangan keramik pada lantai bangunan, pengerjaan desain 3D dan beberapa kegiatan finishing (akhir) lainnya.
Ia pun optimis kegiatan tahun ini bisa berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. “Karena memang bobot paling besar pada penyelesaian ME,” pungkasnya. (hun/nha)