BALIKPAPAN – Pembangunan 5.000 sambungan rumah (SR) jaringan gas (Jargas) rumah tangga di Balikpapan dipastikan telah rampung 100 persen. Pekerjaan fisik selesai sesuai target akhir Desember 2018 lalu. Saat ini, kontraktor pelaksana yakni KSO Noorel-Sucofindo masih bertanggung jawab penuh dalam pemeliharaan selama setahun ke depan.
Hal ini disampaikan Team Leader Konsultan Jargas Balikpapan, Sutiyono kepada Kaltim Post, Minggu (6/1). “Sudah uji coba juga. Gas in kami ambil sampel di Karang Jati atas. Alhamdulillah gasnya lancar tak ada masalah,” ujarnya.
Dia melanjutkan, saat ini tinggal pemeliharaan jika ada hal-hal yang masih kurang sempurna atau perlu perbaikan. Ditanya seputar bekas galian di sepanjang Jalan A Yani yang belum diperbaiki, hal itu juga termasuk dalam agenda pemeliharaan.
“Kami lakukan perbaikan terus. Kan tidak bisa lubang ditutup langsung diaspal. Ambles lagi nanti,” ujarnya. Makanya perbaikan terhadap bekas galian tersebut akan dilakukan bertahap. Dibiarkan dulu agar tanah memadat, kemudian ditambah pasir, dicor semen, kemudian terakhir bakal diaspal agar kembali mulus seperti sedia kala.
Saat ini pihaknya fokus untuk memperbaiki bekas galian di gang-gang yang ada di dalam permukiman padat. Sembari menunggu bekas timbunan pada bekas galian di jalan-jalan umum memadat. Baru nanti pada gilirannya akan dicor dan diaspal. “Sejauh ini lancar tak ada kendala. Semua on schedule,” tegasnya.
Meski telah rampung 100 persen, jargas yang baru rampung dibangun tahun lalu ini belum bisa dinikmati oleh masyarakat. Sebab, KSO Noorel-Sucofindo hanya bertugas untuk pembangunannya. Masalah operasional tetap menjadi wewenang Perusahaan Gas Negara (PGN) yang menjalin kerja sama dengan Perusda Balikpapan.
Perlu dilakukan konversi pada kompor di rumah warga agar jargas bisa dimanfaatkan. Selain itu, perlu pendataan ulang terkait meter gas, serta nomor pelanggan. Dia memprediksi proses konversi itu menelan waktu sekitar 3 bulan. Jika mulai dikerjakan awal Februari, diperkirakan bisa rampung pada Mei.
Sebelum konversi, jargas belum bisa dinikmati oleh masyarakat. Tentu setiap warga akan berbeda. Mereka yang lebih dahulu selesai konversi kompor serta pendataan, kemungkinan bakal lebih cepat menikmati manfaat dari program ini. Namun, kembali lagi Sutiyono menegaskan, terkait konversi dan operasional menjadi kewenangan PGN dan Perusda Balikpapan.
Diketahui, dengan tambahan 5.000 SR ini, total sudah ada 8.849 SR yang tersebar di tiga kelurahan di Balikpapan Utara. Yaitu Kelurahan Karang Jati, Karang Rejo dan Sumber Rejo. Daftar tunggu yang dikantongi pemerintah kota terkait warga peminat Jargas ini mencapai 15.000 orang. Sayangnya, tahun ini Pemkot Balikpapan tak mendapat jatah penambahan sambungan Jargas. Pemkot akan kembali mengusulkan untuk tahun anggaran 2020 mendatang. (rsh2/k18)
Editor : wahyu-Wahyu KP