Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Hampir 2 Juta Tabung Melon Didistribusikan

amir-Amir KP • Jumat, 11 Januari 2019 - 14:57 WIB
PENDISTRIBUSIAN: Operasi Pasar tabung elpiji yang dilakukan di wilayah Kabupaten Paser, beberapa waktu lalu.
PENDISTRIBUSIAN: Operasi Pasar tabung elpiji yang dilakukan di wilayah Kabupaten Paser, beberapa waktu lalu.

TANA PASER  -  Meski dua agen tabung melon telah menyalurkan 1.912.416 tabung elpiji sepanjang 2018, namun masyarakat masih mengeluhkan keberadaan tabung bersubsidi tersebut. Kepala Disperindagkop Paser, Chandra Irwanadi melalui Kasi Pendistribusian Barang dan Stok, M. Marwan Natsir mengatakan bahwa tabung elpiji yang tersalurkan ke masyarakat jumlahnya berlebih. Tapi minat masyarakat Paser menggunakan tabung elpiji 3 kilogram (kg) selama 2018 masih tinggi.

“Jumlah tabung yang disalurkan sepanjang 2018 meningkat jika dibandingkan 2017,  yakni 1.812.333 tabung melon. Setelah melakukan rekap terhadap jumlah penyaluran tabung elpiji bersubsidi dari dua agen di Kabupaten Paser, kami dapatkan sebanyak 1.912.416 tabung sudah tersalurkan selama 2018, ” ujar Marwan, Kamis (10/1).

Menurutnya, secara keseluruhan ada sebanyak 99.416 tabung yang berlebih dan sudah tersalurkan kepada masyarakat melalui agen Pertamina.

Disebutkan Marwan, penerapan pembelian tabung melon melalui kartu keluarga dan KTP diakuinya cukup membantu mencegah pembelian berulang yang kerap warga lakukan melalui agen dan pangkalan. Namun yang sulit dikontrol adalah penjualan di tingkat eceran. Padahal, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 104 tahun 2007, elpiji subsidi 3 kg hanya ditujukan untuk masyarakat miskin. Di Tanah Grogot ini, masyarakat yang seharusnya berpindah dari tabung 5,5 kg ternyata masih memakai tabung melon.

Pertamina sudah melakukan beragam cara agar masyarakat mampu beralih ke elpiji nonsubsidi, tapi masih banyak ditemukan kalangan masyarakat yang tidak seharusnya menggunakan tabung melon. Bahkan ada pula dari kalangan pegawai negeri sipil (PNS/ASN, Red.),” tandas Marwan.

Ditanya apakah ada kemungkinan bertambahnya kuota di tahun 2019, Marwan membeberkan adanya sisa tabung tersebut maka di tahun 2019 ini diprediksi kuota tabung melon di Kabupaten Paser akan mengalami penambahan. Dan pihaknya menginginkan penambahan untuk elpiji 3 kg.

 “Untuk 2019 ini kami belum tahu seberapa banyak pasokan yang akan diberikan Pertamina. Semoga bisa menurun, yakni beralih ke tabung Pinky 5,5 kg. Tapi kuotanya kemungkinan itu tetap sama seperti tahun 2018 yaitu berjumlah 1.813.000 tabung. Tapi karena ini masih ada sisa dari tahun 2018, jadi kuotanya juga akan bertambah, ujar Marwan.

Terkait dengan masih adanya keluhan masyarakat terhadap keberadaan tabung melon di Kabupaten Paser, pihaknya masih mencari formula terbaik untuk mengatasi permasalahan tersebut. (ian/cal)

Editor : amir-Amir KP