Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pengembangan Area Pertanian Bulog

octa-Octa • Senin, 14 Januari 2019 - 17:12 WIB

TANA PASER – Pada pengujung 2018 sampai 2019, Badan Usaha Logistik (Bulog) meluncurkan program pengembangan areal pertanian, diberi nama On Farm Mandiri Bulog.  Demikian disampaikan Kepala Kantor Seksi Logistik (Kansilog) Tanah Grogot Rendy Hidayat, yang membawahi dua daerah yakni Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU).

Namun demikian, baru wilayah PPU yang dijajaki perusahaan pelat merah ini untuk pengembangan area pertanian dimaksud. Yakni di Kecamatan Petung dengan luas lahan 1 hektare. Melalui program On Farm Mandiri Bulog ini, menurut  Rendy, semua menjadi tanggung jawab Bulog. Mulai biaya pengolahan sampai panen dengan kemitraan bersama petani lokal.

“Untuk sementara, kami baru mencoba di wilayah PPU. Semoga setelah itu bisa bergeser ke Kabupaten Paser. Program ini terhitung mulai Oktober 2018 sampai Maret 2019. Yakni berupa pembukaan lahan padi dengan teknik tersendiri dari Bulog,” lanjut Rendy, Minggu (13/1).

Melalui program ini, kelak para petani diharapkan bisa mencontoh bercocok tanam yang lebih baik dan profesional. Misalnya, selama ini dengan lahan 1 hektare, para petani bisa menghasilkan hanya 4 ton beras. Lantas dengan program ini, bisa menghasilkan 5–6 ton karena lebih mengutamakan teknis dan hasilnya bisa lebih baik.

“Biasanya petani tidak memperhatikan tingkat keasaman tanah. Nah dengan program ini, hal sedetail itu juga diperhatikan. Ditambah lagi untuk bibit dan pemeliharaan lain. Selama ini para petani di Paser dan PPU masih mayoritas menanam secara manual dengan menghambur benih. Padahal lebih efisien dengan menggunakan mesin. Meski biaya yang dikeluarkan lebih tinggi, hasilnya pun sepadan,” sebutnya.

Kebutuhan beras di PPU, sebut Rendy, masih surplus. Sebab jumlah penduduk dengan hasil produksi masih mencukupi. Berbeda dengan Paser, jumlah penduduknya saat ini sekitar 276.060 jiwa. Sementara konsumsi beras nasional yang ditargetkan pemerintah minimal 113 kilogram (kg) per orang tiap tahun. Artinya, kebutuhan Paser per tahun sekitar 30.194 ton. Sedangkan produksi beras pada 2017 sebanyak 26.410 ton. Berarti masih minus 4.784 ton.

“Sekarang kami masih terbantu dari kiriman dari Penajam Paser Utara, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi untuk kebutuhan beras,” pungkasnya. (/jib/san/k16)

 

Editor : octa-Octa