Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Warga Khonghucu Gelar Doa Tutup Tahun

amir-Amir KP • Selasa, 22 Januari 2019 | 08:58 WIB
SEMBAHYANG: Doa tutup tahun yang digelar warga Khonghucu di Kelenteng Guang De Miao, Pasar Baru, Kelurahan Klandasan Ilir, Balikpapan Kota, kemarin (21/1).
SEMBAHYANG: Doa tutup tahun yang digelar warga Khonghucu di Kelenteng Guang De Miao, Pasar Baru, Kelurahan Klandasan Ilir, Balikpapan Kota, kemarin (21/1).

BALIKPAPAN  -  Pada Senin (21/1) sekira pukul 06.00 Wita, pengurus Kelenteng Setya Dharma atau Guang De Miao di Pasar Baru, Kelurahan Klandasan Ilir, Balikpapan Kota, mulai mempersiapkan kebutuhan sembahyang akhir tahun. Mereka mengenakan kaus yang senada, yakni berwarna merah muda (pink). Tak berselang lama, umat Khonghucu mulai berdatangan.

 Lonceng pun dibunyikan, sebagai penanda waktu sembahyang telah tiba. Tepat pukul 11.00 Wita, ratusan umat Khonghucu berdoa bersama dengan dipimpin Ketua Pengurus Kelenteng Setya Dharma, Hindro Arie Wijaya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur bisa menikmati akhir tahun.

 Mereka berdoa sembari membakar hio dan kertas kuning yang dianalogikan sebagai uang emas untuk dipersembahkan kepada dewa-dewi. Setelah itu, mereka menggelar makan bersama. Di dalam kelenteng juga tampak beraneka jenis sajian, di antaranya, buah-buahan dan daging babi. 

 “Selain sembahyang akhir tahun, kami juga melaksanakan acara syukuran selama satu tahun sudah diberikan perlindungan, rezeki, kesehatan.  Kami mengharapkan tahun depan lebih bagus lagi,” ujar Hindro Arie Wijaya, kemarin (21/1).

 Lanjut Hindro, jelang Imlek yang jatuh 5 Februari nanti, pihaknya juga akan menggelar doa tutup tahun mulai Senin (21/1) hingga malam pergantian tahun baru, Senin (4/2). Oleh karenanya, dia mengimbau para orangtua agar mengarahkan anak-cucunya untuk beribadah ke kelenteng. Tujuannya demi melestarikan budaya dan tradisi leluhur.

 “Banyak anak muda sekarang sudah mengabaikan. Padahal, sembahyang tutup tahun pun merupakan ibadah yang mesti dipegang erat demi keberkahan hidup kita semua. Jadi, orangtua mesti mengajarkan anak-anaknya sejak dini,” kata Hindro.

 Selain menyambut Imlek, Kelenteng Guang De Miao juga akan memasuki usia ke-104 tahun pada 8 Maret nanti. “Habis acara sembahyang ini, tanggal 29 Januari pagi kami akan menyucikan dewa-dewa kami dengan memandikan menggunakan air kembang. Ya, ini semua persiapan menyambut Imlek tahun babi kayu,” katanya.

 Sementara itu, Maria Tjan warga Gunung Sari yang ikut sembahyang berharap, ke depan perekonomian semakin baik sehingga kesejahteraan dapat dirasakan seluruh manusia dan tercipta kedamaian. “Semoga pada tahun ini keamanan di Balikpapan juga bisa terjaga, toleransi antarumat beragama bisa terus dipertahankan,” pungkas Maria.  (dan/vie/k1)

 

Editor : amir-Amir KP