PENAJAM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berharap harga jaringan gas (jarga) lebih murah dibandingkan dengan gas elpiji bersubsidi. Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Setkab PPU Ahmad Usman mengatakan, untuk harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kilogram di wilayah Kecamatan Penajam sebesar Rp 19 ribu per tabung. Dan diharapkan, harga jargas nantinya lebih murah dibandingkan dengan gas melon tersebut.
“Untuk wilayah Balikpapan, harga jargas Rp 4.241 per meter kubik. Kalau dihitung ke elpiji 3 kilogram, berarti setara Rp 18.184. Mudah-mudahan nanti harga jargas di PPU tidak jauh dari harga jargas Balikpapan,” kata Ahmad Usman pada media ini, kemarin (27/1).
Ahmad Usman menyatakan, Badan Pegatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah melakukan survei kepada warga yang mendapatkan sambungan jargas. Selain itu, pedagang kaki lima juga disurvei terkait dengan limit pemakaian gas elpiji 3 Kg setiap bulan. “BPH Migas sudah melakukan survei. Baik itu ke warga yang mendapatkan jargas dan pedagang kaki lima terkait dengan jumlah pemakaian gas setiap bulan,” tuturnya.
Harga jargas rencananya akan ditetapkan oleh BPH Migas pada akhir Februari 2019. Ahmad Usman menyatakan, pemerintah daerah juga akan diundang dalam pembahasan harga jargas tersebut. “Pemerintah daerah juga akan diundang ketika membahas mengenai harga jarga. Kesempatan itu, kami pasti sampaikan keinginan kita, bahwa harga jargas sebisa mungkin di bawah gas elpiji bersubsidi,” tuturnya.
PPU mendapatkan kuota jargas sebanyak 4.260 sambungan rumah tangga (SR). Pihak kontraktor pun telah menyelesaikan pengerjaan fisiknya. Bahkan meteran di setiap warga yang medapatkan program tersebut telah terpasang. Ahmad Usman menekankan, sebelum pengeporasian jargas harus dipastikan pipa jaringan tidak tersumbat. “Kami berharap 4.260 sambungan itu bisa difungsikan. Karena ada beberapa kasus di daerah laian, tidak semua warga bisa mengoperasikan jargas itu. Karena jaringan pipanya bukan gas yang keluar tapi air,” ujarnya. (kad/cal)
Editor : amir-Amir KP