Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Gubernur Minta Gencarkan Sosialisasi Pemilu

octa-Octa • 2019-02-14 10:54:35

TANJUNG SELOR–Gubernur Kaltara Irianto Lambrie meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dalam penyelenggaraan pemilu lebih gencar mengadakan sosialisasi. Juga, mendorong agar masyarakat mau memilih. Begitupun bagi penyelenggara pemilu. Gubernur mengungkapkan, salah satu indikator keberhasilan dalam pesta demokrasi yang bakal digelar pada 17 April 2019 adalah tingkat partisipasi pemilih yang baik.

Gubernur berharap, masyarakat Kaltara yang punya hak pilih agar tidak menyia-nyiakan suaranya, dengan tidak datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk memberikan hak suaranya. “Keberhasilan penyelenggaraan pemilu, pertama tingkat partisipasi pemilihnya. Untuk itu, saya minta kepada penyelenggara maupun OPD terkait seperti Badan Kesbangpol (Kesatuan Bangsa dan Politik), untuk lebih gencar melakukan sosialisasi. Mendorong kepada masyarakat untuk memilih,” ungkapnya. 

Irianto berharap, tingkat partisipasi pemilih di Kaltara bisa di atas 80 persen. Meskipun diakuinya, untuk mencapai itu terlalu berat. Baik secara nasional maupun daerah. “Saya optimistis pemilu kali ini bisa di atas 70 persen warga yang menggunakan hak pilihnya. Bahkan kalau bisa di atas 80 persen. Itu lebih baik,” katanya.

Disebutkan, pemilu kali ini merupakan sejarah baru bagi bangsa. Untuk pertama kali, pemilihan legislatif bersamaan dengan pemilihan presiden dan wakil presiden. Hal tersebut, menurut Gubernur, sekaligus menjadi tantangan tersendiri. Sehingga dia pun berpikir realistis jika tingkat partisipasi pemilih kali ini berat untuk bisa lebih 80 persen.

“Kita realistis, karena ini pemilu serentak pertama. Kedua, jarak antara TPS dan rumah orang tinggal yang cukup jauh. Kemudian, kemampuan sosialisasi penyelenggara juga terbatas. Belum lagi, sebagian besar juga bisa bingung, karena banyaknya surat suara. Mulai DPD RI, DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota, ditambah dengan pilpres,” kata Gubernur.

Tak hanya itu, menurut Gubernur, ada kemungkinan masyarakat yang kecewa atau apriori dan memilih untuk golput alias tidak memilih. Karena itu, Gubernur menginginkan semuanya bersama-sama menekan angka golput, guna mencapai target angka partisipasi pemilih. (humas/kri/k8)

Editor : octa-Octa