SENDAWAR – Capaian produksi padi masih kurang. Kondisi ini membuat miris karena banyak lahan yang tidak termanfaatkan. “Kalau memihat data BPS jelas sangat jauh. Padahal, masih berjuta hektare lahan tidur yang hingga kini belum diberdayakan,” kata Bupati Kubar FX Kapan, dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Asisten II Sekkab Kubar Antonius pada panen raya di Kampung Muara Kebanyakan, Kecamatan Long Irma, baru-baru ini.
Panen raya padi itu dilakukan di lahan seluas 30 hektare garapan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Leban Lestari. Mereka adalah binaan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Long Iram. Melihat kondisi minimnya swasembada pangan, bupati berharap Dinas Pertanian (Distan) dan BPP se-Kubar menggalakkan pembangunan bidang pertanian.
Hal yang tepat adalah pembukaan dan pencetakan sawah se-Kubar setiap tahun. Langkah ini pun diiringi dengan pembinaan berkelanjutan terhadap petani. “Dewasa ini Indonesia nyaris tidak bisa lagi dikatakan negara agraris. Karena sudah kalah dengan kemajuan bidang industri dan perdagangan. Dengan kondisi itu, upaya peningkatan pembangunan di bidang pertanian sangat diharapkan,” katanya.
Langkah lainnya, Distan Kubar harus menerapkan sejumlah program peningkatan produksi pertanian dari Kementerian Pertanian agar bisa mendongkrak hasil produksi pertanian untuk mencapai swasembada pangan Kubar. "Saya harap se-Kubar lebih intensif dalam pendampingan dan membina petani. Sehingga petani lebih memahami teknologi terbaru pertanian. Jika itu bisa diterapkan, saya yakin akan mampu membuat Kubar swasembada pangan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Distan Kubar Nanang Adriani sangat mengapresiasi kegiatan panen raya ini. Menurut dia, keberhasilan petani tidak terlepas dari kerja sama dan pembinaan oleh BPP dan PPL, serta Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kodim 0912/KBR.
“Sangat diharapkan peningkatan indeks pertanaman dari satu kali tanam menjadi dua kali tanam dalam setahun. Untuk mewujudkan tanam dan panen dua kali setahun, diperlukan peningkatan SDM petani agar lebih maju dalam budi daya pertaniannya,” tuturnya.
Bahkan, menurut dia, guna mewujudkan hal itu, petani perlu didukung dengan peralatan atau mesin pertanian yang memadai untuk menunjang peningkatan produktivitas persawahan. “Selain itu, petani bisa diarahkan menggunakan bibit padi unggul nasional dan unggul lokal dalam budi daya,” beber Nanang.
Kepala BPP Kecamatan Long Iram, Deki Natalian menyebutkan bahwa Gapoktan Leban Lestari beranggota 138 kepala keluarga (KK) masyarakat petani, terdiri dari 434 jiwa. Gapoktan Leban Lestari memiliki sekitar 100 hektare lahan potensial dan 30 hektare lahan fungsional yang dikelola. “Hasil binaan BPP dan BPS dilahan itu saat ini adalah 3,5 ton per hektare,” ungkap Deki Natalian didampingi PPL Kampung Muara Leban, Neliana Thresia Tukau.
Deki juga membeberkan, varietas padi yang dibudi daya oleh BPP Long Iram di kawasan itu antara lain varietas mikongga, situbagendit, serta padi lokal. Bersebelahan lokasi dengan Gapoktan Leban Lestari, ada lokasi persawahan milik masyarakat petani Kampung Long Iram Ilir. “Lahan potensialnya seluas 50 hektare dan lahan fungsional 20 hektare. Untuk Long Iram Ilir akan kami terapkan varietas sama dengan Muara Leban,” katanya.(rud/kri/k16)
Editor : octa-Octa