Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Obat di Depot Long Lunuk Kedaluwarsa

octa-Octa • Rabu, 13 Maret 2019 | 09:37 WIB

LONG APARI–Tidak stabilnya jalur distribusi obat melalui sungai di Mahakam Ulu, diantisipasi dengan penyimpanan obat-obatan di garis terdepan. Salah satunya, di depot obat Long Lunuk. Sayangnya, pengawasan belum teratur sehingga obat kedaluwarsa masih tersedia di gudang.

Dokter di Puskesmas Long Apari dr Vicky Gunawan saat ditemui di mes pegawai kesehatan di Tiong Ohang beberapa waktu lalu mengatakan, dirinya menemukan beberapa obat sudah kedaluwarsa. Obat yang kedaluwarsa itu seperti, paracetamol, cotrimokzasole, pirantel pamoat, amoxilin, erytromycin, metronidazole, ibuprofen, B complex, vitamin C syrup, dan beberapa tablet.

Menurut dia, efek samping dari mengonsumsi obat kedaluwarsa sangatlah berbahaya, mulai keracunan, shock anafilaktik, hingga kematian. “Sangat berbahaya jika sampai tersebar ataupun disalahgunakan,” ujar Vicky.

Shock anafilaktik merupakan efek dari obat-obatan pasien yang alergi atau obat yang sudah lewat masa penggunaannya mendapat gejala berupa muncul ruam-ruam merah di kulit hingga sesak napas yang bisa menyebabkan kematian.

Dalam hal ini dirinya menambahkan tidak memiliki hak dalam penindaklanjutan obat tersebut, dia sepenuhnya menyerahkan ke Diskes. “Harus ada notabene pemusnahan dari pihak terkait dan penanggung jawab gudang, kepolisian dan TNI. Dan, perlu ada bukti autentik,” ujar dokter yang pernah mengabdi di Klinik Brimob Surabaya tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB drg Agustinus Teguh Santoso mengatakan, ada tata cara pemusnahan obat expired, dirinya sudah memberikan informasi ke petugas gudang farmasi supaya menindaklanjuti. “Memang selama ini yang menjadi kendala adalah komunikasi, di mana Long Lunuk masih susah jaringan,” katanya.

Dia sudah menginstruksikan untuk memindahkan depot logistik yang saat ini ada di Long Lunuk ke RS Nawacita Datah Dave. Hal tersebut dilakukan agar mudah terpantau dan obat lebih bisa dimanfaatkan. “Kalau ada puskesmas yang kekurangan obat bisa datang ke RS NDD untuk mengamprah obat di sana,” ungkapnya.

Selain itu anggaran 2019 sudah mulai berjalan, anggaran sudah turun di akhir bulan ini. Masalah waktu dirinya menyebutkan segera dilaksanakan pada bulan ini. “Bulan Maret ini akan saya perintahkan petugas untuk mengecek ke depot yang ada di perbatasan untuk menindaklanjuti obat expired tersebut,” tutupnya. (*/sya/kri/k8)

Editor : octa-Octa