SANGATTA - Seperti tahun-tahun sebelumnya, penyelenggaraan pesta laut di Desa Muara Bengalon, Kecamatan Bengalon, selalu diramaikan ribuan masyarakat. Selain lomba mancing, juga ada lomba perahu hias melibatkan banyak nelayan. Lomba ini menarik perhatian warga sekitar.
Pesta Laut Desa Muara Bengalon, Minggu (17/3), dirangkai dengan Festival Pangan Olahan Ikan. Masyarakat yang hadir tak hanya dari Bengalon, tapi juga dari wilayah Sangatta dan beberapa kecamatan di Kutim lainnya. Bahkan, ada dari luar Kutim seperti Samarinda dan Sulawesi.
Tak hanya menyaksikan pesta laut, pengunjung juga berpartisipasi menjadi peserta dalam perlombaan. Satu motor dan puluhan hadiah menarik dipersiapkan panitia untuk dibawa pulang oleh pemenang.
Puluhan kapal hias milik nelayan saling adu pamer seni menghias kapal untuk menjadi yang terbaik. Semua kapal terlihat dihiasi bendera merah putih. Bahkan saking antusiasnya mengikuti lomba, di kapal salah satu peserta ada pula yang dilengkapi dengan sound system. Ada juga beberapa kapal dihiasi janur kuning yang terpasang di sisi kapal.
Ketua Panitia Pesta Laut, Bustan menjelaskan, lomba mancing terdapat dua kategori yang dilombakan, yaitu lokal dan umum. Untuk kategori lokal pemancing dikhususkan menggunalan kapal sedangkan umum hanya memancing di spot wisata dari pinggir dermaga sekitar muara.
“Jenis ikan yang masuk penilaian seperti semelang, kakap, dan otek. Ikan buntal, pari, dan belut kita tidak masukkan. Untuk perlombaan kapal hias dikuti 29 kapal dan 17 ketinting," jelasnya.
Camat Bengalon Suharman menjelaskan, Desa Muara Bengalon memiliki luas wilayah 15.553 ha, dengan jumlah penduduk 2.001 jiwa yang mayoritas suku Bugis. Dengan letak geografisnya yang berada di Muara Sungai Bengalon dan berbatasan langsung dengan Selat Makassar.
Ke depan, dia berharap Desa Muara Bengalon bisa menjadi desa nelayan yang mempunyai tambak ikan untuk memasok kebutuhan ikan di wilayah Kutim. Selain menjadi desa wisata dengan potensi hasil laut dan budaya masyarakat setempat. "Untuk mewujudkannya, dukungan dan keterlibatan semua pihak baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat," ujarnya. (hms10/kri/k16)
Editor : octa-Octa