SAMARINDA–Panitia pelaksana pemilihan wakil wali kota (wawali) Samarinda sedianya mengagendakan rapat paripurna, hari ini (28/3). Agendanya pemilihan pendamping Syaharie Jaang di pucuk pemerintahan Kota Tepian. Namun, agenda itu dipastikan batal. Sebab, hingga kemarin, belum ada kejelasan siapa calon wawali yang akan dipilih.
DPRD masih menunggu dua nama calon wawali dari Jaang. Dua nama yang disorong akan diverifikasi. Setelah memenuhi syarat, barulah pemilihan dapat dilakukan.
Menanggapi hal tersebut, Syaharie Jaang menegaskan tidak bisa menentukan begitu saja. Menurut dia, kewenangan tetap ada pada ketiga partai politik (parpol) pengusungnya di Pilwali 2015: PKS, Demokrat, dan NasDem. “Walaupun saya pemimpin partai (DPW Demokrat Kaltim), kebijakan ada pada DPP,” jelasnya, kemarin (27/3).
Dia tidak menampik, menentukan dua nama calon wakilnya tidaklah mudah. Dia kemudian menganalogikan situasi serupa yang terjadi di DKI Jakarta. Posisi wakil gubernur kosong sepeninggal Sandiaga Uno yang maju menjadi calon wakil presiden. Meskipun pasangan Anis-Sandi hanya diusung dua parpol, penentuan wakil gubernur juga memakan waktu. “Apalagi tiga parpol, seperti yang ada sekarang,” ungkap dia.
“Jadi, meski paripurna wawali sudah diagendakan, saya tetap tidak bisa menentukan dua nama,” tegas wali kota dua periode itu. Kecuali, lanjut dia, ketiga parpol sepakat menunjuk dirinya menentukan dua nama. Tapi harus ada surat pernyataan. “Saya tidak tahu juga bagaimana parpol menyikapi. Saya sudah menyerahkan urusan ini pada ketiga parpol,” terangnya.
Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua Komisi II DPRD Samarinda Elia Libut ragu pemilihan dapat berjalan sesuai agenda. “Dua nama saja tidak ada. Makanya saja tidak yakin (terlaksana tepat waktu),” ucapnya.
Sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPRD Samarinda, dia membenarkan belum ada titik terang tentang dua sosok yang diajukan jadi calon wawali. “Prosesnya masih berjalan. Kami masih berkoordinasi,” pungkasnya. (*/dq/ndy/k8)
Editor : octa-Octa