Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

PLN Berencana Tambah Daya

octa-Octa • 2019-04-04 11:01:35

TANJUNG SELOR – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjung Selor terus berupaya mengatasi pemadaman bergilir yang terjadi. Salah satunya melakukan penambahan daya dan relokasi mesin untuk memenuhi kebutuhan listrik di Bulungan.

Upaya itu terungkap dalam pertemuan lanjutan atas permintaan mahasiswa yang menghadirkan Manager PLN ULP Tanjung Selor, Adiyoso di Kantor DPRD Kaltara. Pertemuan bersama mahasiswa, anggota DPRD Kaltara dan ESDM Kaltara dipimpin Ketua DPRD Kaltara Marten Sablon. Hanya perwakilan PT SAS yamg telah diundang tidak hadir.

Manajer PLN ULP Tanjung Selor Adiyoso mengatakan, pemadaman terjadi disebabkan adanya kerusakan dari pembangkit milik PT SAS. Kondisi ini membuat PLN kekurangan daya. Langkah yang diambil dengan kondisi ini dengan tambahan daya melalui PLTD Gunung Seriang yang memiliki daya sebesar 2x7,5 megawatt (MW) dan PLTMG sebesar 15 MW.

“Awalnya Januari bakal beroperasi namun, berubah kemungkinan akhir April atau awal Mei sudah suplai,” ucap Adiyoso dua hari lalu. Dikatakan, dalam waktu dekat, dua unit mesin didatangkan dengan daya 2  MW. Ia menceritakan 20 Maret lalu, pemadaman terjadi diakibatkan suhu tidak bisa naik sebab adanya kebocoran pipa. Dari total 1.400 pipa diketahui 300 bocor.

Hasil pertemuan itu telah diantisipasi dengan mencarikan material. Sesuai dengan komunikasi PLTU Seriang, Berau dan Balikpapan memiliki material setelah dilihat ternyata tidak cocok. "Sehingga pengadaan dari Jawa dan sedang pengerjaan bakal rampung 29 April mendatang," bebernya.

Antisipasi pemadaman sudah diusulkan ke Berau, dengan dua mesin kapasitas dua mw. Diperkirakan lima hingga tujuh hari mendatang dapat dioperasikan, sehingga total daya yang ada 10 MW. Progres relokasi mesin dari PLN area Balikpapan lokasi long Ikis dan Tana Grogot. Mesin dan panel sudah keluar dan bisa diangkut menuju Tanjung Selor.

"Tim sudah perjalan lakukan pembongkaran. Dijadwalkan PLN (15/4) mendatang tiba di sini. Kemudian proses perakitan. Kapasitas dua mesin 1 MW. Jika masuk pemadaman bisa diatasi," harapnya.

Sementara, Kepala Dinas ESDM Kaltara, Ferdy Manurun Tanduklangi menyampaikan kodisi yang terjadi membuat pemerintah prihatin. Sebab, listrik merupakan kebutuhan untuk mendulang aktivitas masyarakat. ESDM Kaltata juga sudah mendapatkan penjelasan terkait kodisi listrik di Bulungan. Penyebab utamanya yakni boiler dimana suhunya tidak memungkinkan menjadi listrik.

"Ditemukan suhunya mencapai 200 derajat Celsius. Padahal yang dibutuhkan suhu tinggi hingga 800 derajat Celsius dijadikan listrik," ungkapnya.(akz/zia/kpg/kri)

 

Editor : octa-Octa