Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Gubernur Serius Benahi Banjir Samarinda

izak-Indra Zakaria • 2019-05-20 16:34:35

SAMARINDA-Banjir masih menjadi persoalan serius di Kota Tepian yang hingga kini belum mampu diselesaikan pemerintah. Di hampir banyak titik jalan-jalan protokol di Kota Tepian selalu kebanjiran saat hujan sudah turun. Hal itu pun diakui Gubernur Kaltim Isran Noor.

Menurut Isran, diperlukan kerja ekstra dan strategi jangka panjang untuk mengurai persoalan banjir di ibu kota Kaltim. Karena hampir 30 persen dari Samarinda masuk kawasan dataran rendah. Terutama di daerah pusat perkotaan.

 “Untuk penataan banjir di Samarinda, nanti saya akan koordinasi (dengan semua pihak terkait). Kami juga lagi mau menyusun rencana besar dalam mengurangi dampak negatif terhadap banjir,” kata Isran.

Dikatakan, salah satu penyebab banjir di Samarinda terjadi karena pendangkalan besar-besaran terhadap Sungai Karang Mumus (SKM). Bahkan hampir 80 persen SKM telah mengalami pendangkalan. “Kalau mau menghilangkannya, itu enggak akan bisa. Kami hanya akan berupaya mengurangi atau meminimalisasi. Perencanaannya akan kami bahas nanti,” kata dia.

Mengurai banjir di Samarinda, tidak bisa dilakukan begitu saja. Bertahap. Mesti pula dibuatkan perencanaan pembangunan jangka menengah dan jangka panjang. Karena diperlukan pembangunan bertahap. “Perlu perencanaan yang matang. Perlu jangka menengah ke atas. Enggak bisa jangka pendek saja,” ujarnya.

Normalisasi SKM dinilai menjadi kunci utama mencegah banjir musiman di Samarinda. Karena SKM menjadi pembelah wilayah Samarinda. Selain itu, SKM menjadi nadir untuk pembuangan air di daerah perkotaan.

 “Air itu dari langit. Juga dari bawah, dari sungai meluap. Gubernur enggak punya kemampuan menahan air itu. Itu musibah. Itu biasa. Itu kerja alam. Enggak usah terlalu dipikirkan. Tenang saja. Enggak bisa dibijak-bijakin itu,” ucap dia memberikan candaan.

Persoalan banjir di Samarinda, ujar Isran, bukan persoalan baru. Kondisi itu sudah terjadi dari bertahun-tahun. Walau begitu, pemerintah bukan berarti berdiam diri. “Kalau Samarinda ini, mulai ‘kuda makan tembaga, sampai kuda makan mentega’, tetap saja banjir. Tapi ‘kan enggak selamanya. Ada saatnya akan dibenahi perlahan-lahan (oleh Pemkot Samarinda dan Pemprov Kaltim),” ucapnya.

Senada, Ketua Komisi III DPRD Kaltim Agus Suwandy menilai, untuk mengurai banjir di Samarinda, memang tidak bisa dilakukan dengan cara-cara praktis. Tetapi diperlukan langkah besar. Di antaranya yakni normalisasi SKM.

 “Kami sudah dari 2016 bekerja sama dengan pemprov untuk melakukan normalisasi Sungai Karang Mumus. Baik itu melalui program pemerintah provinsi maupun bantuan dari kementerian,” kata dia kepada Kaltim Post.

Keberadaan SKM disebut sangat berpengaruh besar terhadap banjir di Samarinda. Bahkan hampir 60 persen penanganan banjir Samarinda bergantung di sungai tersebut. Karena seperti SKM Besar dan SKM Kecil, memiliki segmen berbeda.

 “Banjir seperti di sekitar Jalan Antasari, itu tidak ada kaitannya dengan SKM. Penanganan parsial memang tetap dilakukan. Diharapkan ke depan, normalisasi SKM bisa dimaksimalkan lagi,” harapnya.

Perbaikan drainase menuju SKM juga perlu dilakukan. Contohnya, di Jalan DI Panjaitan, crossing akhir air menuju SKM belum selesai. Termasuk di Jalan PM Noor belum begitu lancar. Untuk mendukung itu, maka diperlukan tambahan lahan untuk membangun drainase.

 “Misalnya untuk meluruskan dua jalur di Jalan PM Noor menuju Jalan DI Panjaitan. Supaya ada crossing kanal yang bisa menampung debit air yang begitu besar. Terutama yang turunan dari daerah Talangsari, Mugirejo, dan Perumahan Alaya. Itu larinya pelan sekali menuju SKM,” jelasnya.

Bila itu sudah dilakukan, maka luapan air yang ada di beberapa titik itu akan cepat mengering. Begitu juga dengan air yang menggenangi daerah simpang empat Mal Lembuswana. Tahun ini, kata dia, DPRD Kaltim telah mengalokasikan anggaran untuk mempercepat normalisasi drainase dari Jalan M Yamin dan Jalan dr Sutomo menuju SKM.

 “Ada proyeknya yang kami bantu untuk Pemerintah Samarinda supaya bisa membantu menyelesaikan masalah banjir. Dalam beberapa tahun terakhir, kami intensif membantu pemerintah,” sebutnya. (*/drh/rom/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria
#banjir samarinda #samarinda