SANGATTA - Setelah pemilihan umum (pemilu) 2019, peta kekuatan partai politik di Kutai Timur sudah terhampar. Partai Golkar di Kutim berhasil mengoleksi tujuh bangku parlemen, lantas membuat "pohon beringin" itu memiliki aura kuat.
Ketua DPD Golkar Kutim Kasmidi Bulang yang juga kini menjabat wakil bupati Kutim, tidak mau asal melangkah. Meski dirinya sebenarnya tak haram untuk diusung menjadi bakal calon bupati pada kontestasi pemilihan bupati (pilbup) 2020, dia justru menahan diri.
Kasmidi tak mau terpancing. Dia tetap kekeh ingin mendampingi Ismunandar untuk melanjutkan duet kepemimpinan Ismu-KB --sebutan pasangan pemimpin itu.
“Ismu-KB masih banyak PR (pekerjaan rumah) yang harus dikerjakan. Kalau dicalonkan kembali berpasangan, bismillah,” kata Kasmidi kepada awak media.
Diketahui, akar beringin Golkar akan semakin kuat jika berkoalisi dengan Partai NasDem yang dihuni Ismu. Partai NasDem Kutim memiliki koleksi lima bangku di parlemen, sehingga akan menjadi 12 bangku jika dijumlah dengan koleksi tujuh bangku milik Golkar.
Kasmidi mengungkapkan, saat ini dirinya masih hendak memikirkan pembangunan dan masyarakat Kutim. Menurutnya itu lebih utama dibandingkan dengan golongan dan pribadi. Karenanya, dirinya akan mengaminkan jika kembali diamanahkan bersama Ismunandar.
“Kita pikirkan Kutim, lebih utama dari pada golongan dan pribadi,” ujar putra dari tokoh masyarakat Kutim H Bulang itu.
Memang, kata dia, Golkar cukup mengusung calon. Tinggal menambah satu dukungan. Namun lagi-lagi lanjutnya, berkoalisi lebih utama dari pada lainnya. Lelaki yang juga. antan anggota DPRD Kutim itu lebih hendak mengikuti mekanisme yang baik dalam jenjang karir politik.
Sebelumnya, Ismunandar mengatakan, tidak menutup pintu tangan terhadap kemungkinan melanjutkan duet Ismu-KB di pilbup 2020.
“Politik itu tidak bisa ditebak. Bisa saja yang saya katakan sekarang nanti berubah lagi di waktu ke depan,” jawab Ismu ketika ditanya apakah masih hendak melanjutkan duet Ismu-KB di pilbup 2020, Selasa (28/5) malam.
Diketahui, pasangan Ismu-KB meraup suara terbanyak pada pilkada Kutim 2015 dengan meraih 56.511 suara dari 127.813 suara sah. Yakni, dengan tambahan dukungan dari PPP, Hanura, PKB dan PAN. Mengalahkan, pasangan calon Ardiansyah Sulaiman-Alfian Aswad (51.660 suara) dan duet Norbaiti-Ordiansyah (19.642). (mon)
Editor : izak-Indra Zakaria