KLATEN - Usai kunjungan kerjanya, ke dua kantor DPRD di Jateng, Anggota DPRD Kota Balikpapan berkesempatan melihat langsung produk otomotif karya anak bangsa.
Produk tersebut berupa Kendaraan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) yang merupakan mobil Esemka generasi III yang bertempat di PT Kiat Mahesa Wintor Distributor (KMWD) Klaten, Jateng, Kamis (20/6).
Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh mengatakan, Indonesia patut bangga bahwa bangsa Indonesia masih ada yang bisa berkarya, khususnya Haji Sukiat yang memiliki usaha bengkel otomotif bernama “Kiat Motor”.
Tak hanya sukses dengan bengkelnya, Abdulloh menjelaskan, Sukiat juga berhasil membuat mobil sendiri, yang model mobil produksinya dibuat khusus untuk pedesaan.
“Produk dalam negeri, karya anak bangsa ini jelas sangat luar biasa,” ujar Abdulloh didampingi Wakil Ketua DPRD Balikpapan Thohari Aziz dan Syarifuddin Oddang di sela sela kunjungannya.
Politisi partai Berlambang Pohon beringin ini menambahkan, pengalaman suksesnya Sukiat dengan mobil Esemka dan AMMDes-nya yakni Kiat Mahesa Nusantara (KMN) ini patut diapresiasi serta menjadi contoh bagi anak negeri agar bisa berkarya membangun bangsa Indonesia yang lebih maju.
“Semoga ada sukiat baru di Balikpapan dan bisa membuat mobil dapat memproduksinya sendiri. Setidaknya dapat membuka lapangan pekerjaan serta memajukan Kota Balikpapan ke depannya,” harap Abdulloh.
Sementara itu, Pimpinan PT Kiat Mahesa Wintor Distributor (KMWD) Sukiat menyampaikan, kami senang dengan kunjungan anggota DPRD Balikpapan yang datang ke bengkelnya untuk menggali informasi tentang produk otomotif hasil karyanya, khususnya mobil Esemka, AMMDes, Kiat Mahesa Wintor, dan lainnya.
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo juga pernah berkunjung ke sini dan beliau sangat mendukung penuh dengan adanya produksi kendaraan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) ini.
Mobil AMMDes produksi PT. Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI) ini sudah banyak dipesan warga dari berbagai daerah di luar Jawa, seperti Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan Sumatera, yang produksinya dilakukan di kawasan Citeureup, Bogor," ungkap
Ia menambahkan, kendaraan AMMDes akan diproduksi sebanyak 15.000 unit kendaraan. Satu unit kendaraan AMMDes hanya dibanderol dengan harga Rp 70 juta. Pemesanan kendaraan ini cukup mudah. Masyarakat yang ingin pesan kendaraan cukup meninggalkan foto copy kartu identitas (KTP) dan nomor telepon. Setelah kendaraan yang dipesan selesai, pemesan akan dihubungi melalui nomor telepon tersebut.
Kendaraan berbasis pikap ini memiliki dimensi panjang 358 cm, lebar 137 cm, dan tinggi 190 cm. Kendaraan AMMDes menggunakan tenaga dari mesin diesel.
Kendaraan AMMDes menggunakan tenaga mesin diesel satu silinder berkapasitas 650 cc. Kendaraan ini menggunakan transmisi empat kecepatan maju dan satu mundur. Kemudian, keempat roda kendaraan sudah dilengkapi disc brake (rem cakram).
Kendaraan AMMDes sudah melalui serangkaian tahapan uji coba selama tiga tahun. Sehingga, faktor keamanan dan keselamatan terhadap kendaraan ini sangat diutamakan.
Kami berharap, hadirnya anggota DPRD Balikpapan di bengkel kami bisa menjadi motivasi bagi warga Balikpapan untuk bisa berkarya membangun bangsa melalui usaha bidang otomotif,” tutup Sukiat.(adv/pro/one)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan