Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Persentase Penurunan Harga Tiket Pesawat Masih Dikaji

izak-Indra Zakaria • 2019-06-24 10:18:48

Penurunan harga tiket pesawat masih dinanti-nanti masyarakat. Pihak maskapai masih mengkaji persentase penurunan yang akan diajukan kepada pemerintah.

 

 

BALIKPAPAN–Beberapa maskapai di kelas penerbangan murah (low cost carrier/LCC) masih menyusun dan melakukan penyesuaian menindaklanjuti rapat koordinasi (rakor) terkait kebijakan penurunan harga tiket pesawat di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, 20 Juni lalu.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan, pihaknya akan mengikuti keputusan yang dikeluarkan pemerintah. Namun sampai kemarin, pihaknya belum bisa memastikan kapan kebijakan tersebut terlaksana.

“Terkait keputusan pemerintah, Lion Air akan mengikuti keputusan regulator. Dan saat ini dalam tahap persiapan segala sesuatunya. Kemungkinan dalam waktu dekat ini,” lanjutnya.

Bagi Lion Air, maskapai tersebut sudah menurunkan harga tiket yang berlaku pada waktu atau jam-jam tertentu, dan kondisi tertentu, mengikuti syarat dan ketentuan. “Untuk awal kami sudah memberikan potongan harga untuk sejumlah rute, Balikpapan tujuan Surabaya mulai dari Rp 670 ribu,” bebernya.

Sementara itu, Chandra Wahyudi, sales representative Citilink Balikpapan juga mengatakan, kebijakan penurunan harga itu masih dikaji. Tentu penurunan tarif perlu pertimbangan karena banyak komponen yang dihitung dan tidak bisa asal saja menetapkan.

“Dari awal tahun hingga saat ini sebenarnya kami sudah melakukan penyesuaian harga namun jika dibanding tahun lalu belum signifikan. Kalau harga turun kami optimistis penumpang bisa kembali memilih menggunakan pesawat terbang,” jelasnya. Ia menyebutkan, untuk load factor saat ini sekitar 60-70 persen untuk semua rute keberangkatan dari Balikpapan dan Samarinda.

General Manager Angkasa Pura I Balikpapan Farid Indra Nugraha menuturkan, mahalnya harga tiket pesawat terbang ini cukup berdampak kepada penurunan penumpang baik di Balikpapan dan Samarinda.

“Total keseluruhan dua bandara, yakni Samarinda dan Balikpapan penurunannya mencapai 17 persen dibanding tahun lalu. Untuk Balikpapan saja sekitar 30 persen,” sebutnya.

Ia menyampaikan, sejauh ini yang sudah menurunkan harga baru Lion Air tujuan Balikpapan-Surabaya. Farid mengatakan, untuk rute ini, load factor-nya lumayan tinggi sekitar 80 persen. Namun, ia tidak menutupi ada beberapa jadwal keberangkatan tidak diaktifkan untuk rute ini. Total, Farid membeberkan, ada 16 flight dari Balikpapan yang dinonaktifkan. Paling banyak ke Jakarta ada 5 flight, Surabaya sekitar 4 flight.

“Dengan adanya penurunan tarif, saya harap bisa kembali membuka flight yang dinonaktifkan tersebut. Paling tidak ada demands, maskapai bisa kembali membuka. Ya kalau benar tarif tiket turun akan membuat masyarakat bisa memikirkan membuat perjalanan wisata atau perjalanan bisnis,” tuturnya.

Kendati demikian, untuk maskapai full service tidak ada penurunan. Hanya di kelas LCC. Ia berharap, semua segmen pesawat bisa turun. Jika hanya LCC efeknya tidak terlalu besar. “Tapi kita tunggu saja bagaimana nanti,” tutupnya. (aji/tom/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Ekonomi Kaltim #Bisnis Kaltim #penerbangan