Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Masih Potensi Longsor, Butuh Tambahan Siring Sepanjang 34 Meter

izak-Indra Zakaria • 2019-07-29 11:25:43

PENAJAM- Longsoran di belakang bangunan SD Negeri 017 Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akhirnya mendapat penanganan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU telah rampung membangunkan siring. Guna menguatkan pondasi yang sempat runtuh pada 11 Mei 2019 lalu. 

Pembangunan siring sepanjang 30 meter dengan tinggi 5 meter itu, membutuhkan waktu sekira 54 hari. Terhitung sejak status siaga darurat yang sebelumnya ditetapkan selama dua bulan, terhitung sejak 15 Mei 2019. Pembangunan siring dengan material beton tersebut, menggunakan Biaya Tak Terduga (BTT) sebesar Rp 540 juta. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) PPU Tohar pun mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Mulai BPBD, unsur dari Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku, hingga UPT Kecamatan Sepaku. “Saya tidak membayangkan jika kegiatan ini menggunakan program regular. Akan membutuhkan waktu dan biaya yang lebih besar,” katanya, usai meninjau lokasi pembangunan siring, pekan lalu. 

Kunjungan tersebut didampingi Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten PPU Andi Dahrul, Camat Sepaku Risman Abdul, Kepala Desa Bukit Raya Sunoto, Kepala UPT PU Kecamatan Sepaku Dedi Sutartono. Setelah pembangunan siring dinyatakan rampung, maka tahapan selanjutnya adalah pengurukan tanah secara bertahap. Dengan tujuan penguatan beton di belakang sekolah yang berlokasi di Jalan Negara Km 42 RT 10, Desa Bukit Raya Kecamatan Sepaku itu. “Mohon kepada Pak Camat (Sepaku) dan Pak Kades (Bukit Raya) agar bisa menindaklanjuti hal tersebut,” pesan Tohar. 

Setelah pengerukan tanah dinyatakan selesai, maka akan dilakukan penguatan di sekitar bagian pondasi yang tersebut. Dengan penanaman vegetasi atau tumbuhan dengan akar yang kuat. Nantinya, kegiatan itu akan ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora). Selain itu, pria yang juga menjabat ex-officio Kepala BPBD Kabupaten PPU tersebut mengungkapkan pada lahan bekas longsoran tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sosial. “Walaupun statusnya aset Disdikpora, kalau ada manfaatnya untuk sosial, silakan ditindaklajuti. Antara Pemdes dan BPD (Badan Pemusyawaratan Desa) Bukit Raya. Bisa dibangunkan sarana pendidikan untuk mendukung kreatifitas anak,” ucapnya. 

Sementara itu, Wali Kelas VI SD Negeri 017 Kecamatan Sepaku, Imam Ansori menuturkan longsor yang terjadi sebelumnya sempat membahayakan bangunan ruang kelas belajar siswa yang ada di sana. Di mana ada dua ruang kelas belajar, yang berpotensi mengalami longsor. Jika tidak segera mendapat penanganan. “Jadi memang membahayakan sekali. Dengan perbaikan ini, kami harap lebih aman lagi bagi mereka (siswa SD Negeri 017 Kecamatan Sepaku),” ucapnya. 

Dia pun berharap pembangunan siring bisa dilanjutkan kembali. Mengingat masih berpotensi mengalami longsor susulan. Pada bagian belakang bangunan sekolah tersebut. Di mana menurut pengamatannya, perlu penguatan pondasi melalui pembangunan siring sepanjang 30 meter lebih. “Makanya perlu meneruskan pembangunan siring lanjutan. Dan bagian di bawahnya akan dibangun taman untuk anak,” harap dia. 

Sebelumnya, Koordinator Penanganan Tanggap Darurat Bencana Sepaku Nurlaila menuturkan lanjutan pembangunan siring perlu dilakukan. Mengingat tekstrur tanah di belakang bangunan tersebut yang tidak terlalu keras. Sehingga mudah bergeser dan membuat pergerakan tanah. Terlebih lokasinya berada pada dataran tinggi. “Maka perlu dibangun siring tambahan sepanjang 34 meter. Gunanya untuk menahan tanah, supaya tidak longsor kembali,” kata perempuan yang juga menjabat Kepala Sub Bidang (Kasubid) Logistik dan Peralatan BPBD Kabupaten PPU ini. 

Untuk diketahui, longsor di SD Negeri 017 Kecamatan Sepaku terjadi pada 11 Mei 2019. Penyebabnya hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi secara berturut-turut. Mengakibatkan tanah di sekitar sekolah bergerak, dan runtuh. Dan mengancam ruang kelas belajar siswa di sana. Termasuk kantor kepala sekolah, kantor guru, perpustakaan, laboratorium, gudang, UKS, dan musala. (*/kip)

 

 

Editor : izak-Indra Zakaria
#penajam