Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Damai Gelar Sosialisasi Perlindungan Anak

adminbp-Admin Balpos • Selasa, 30 Juli 2019 - 17:25 WIB

BALIKPAPAN – Pihak Kelurahan Damai, Balikpapan Kota melalui Kasi Pemberdayaan Masyarakat Yayoek Adhiah bersama para mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) yang tengah melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN), menggelar sosialisasi perlindungan anak, dengan narasumber Kasi Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, Diah Norjanah, dan Psikolog Dwita Salvery, pada Sabtu (27/7) lalu. Acara dihadiri warga 6 RT, yaitu RT 13, RT 15, RT 21, RT 22, RT 25, dan RT 35 yang menjadi master point kegiatan tersebut.

Yayoek Adhiah mengutarakan, setiap anak dilahirkan dengan fitrah-Nya. Dengan fitrah, anak memiliki potensi untuk dididik,diasuh dan memiliki kemungkinan besar untuk bisa berkembang dan meningkat kemampuannya dalam aspek pengetahuan, sikap maupun keterampilannya sehingga terbentuk pribadi yang berakhlak baik dan terpuji.

“Sehingga anak berakhlakul karimah. Di sini keluarga memiliki peran sebagai media sosialisasi pertama bagi anak. Peran inilah yang membuat orangtua memiliki tanggung jawab terhadap perkembangan fisik dan mental seorang anak,” kata Yayoek.

Dia menerangkan, dari keluargalah anak mulai dikenalkan terhadap ajaran-ajaran yang sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku dalam agama maupun masyarakat. Semua aktivitas anak dari mulai prilaku dan bahasa tidak terlepas dari perhatian dan binaan orangtua.

“Kepribadian akan berkembang menjadi karakter ketika seseorang mempelajari kelemahan dan kelebihan dirinya. Dari kepribadian inilah akan membentuk karakter. Pola asuh yang dilakukan setiap oangtua secara alami akan membentuk kepribadian seseorang, sehingga terjadi suatu perkembangan psikis pada diri individu untuk membentuk kepribadian yang berkarakter,” sambungnya.

Dia juga menegaskan, jika karakter bukan genetik seperti kepribadian. Tetapi karakter perlu dilakukan pembinaan, dibangun dan dikembangkan secara sadar melalui proses yang tidak dapat langsung dengan instan.

“Sehingga muncul konsep pendidikan karakter dalam upaya menyempurnakan pola asuh yang dilakukan setiap orangtua. Semoga para peserta yang hadir mampu menyerap materi yang disampaikan oleh narasumber dan mempraktekkan pada kehidupan sehari-hari dalam keluarga,” pungkasnya. (wal/cal)

Editor : adminbp-Admin Balpos