Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kasus Bunuh Diri di Hotel Radja Penuh Kejanggalan

izak-Indra Zakaria • 2019-08-15 15:33:56

PELABUHAN. Tewasnya Ariel Candra masih menyisakan tanda Tanya besar. Maklum, pemuda berusia 23 tahun memang meninggal tidak wajar. Dia ditemukan tergantung di salah satu kamar lantai 7 di Hotel Radja di Jalan Imam Bonjol, Samarinda Kota. Pihak keluarga pun meminta kasus ini diungkap lebih dalam.

Pihak keluarga Ariel diwakili oleh pamannya, Tanis Kaseroan (52) . kata Li Tanis, hingga saat ini ia masih belum percaya jika keponakannya itu bisa mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Sebab menurutnya, Ariel sosok yang kuat. Juga aktivis di berbagai kegiatan kampus. Bahkan Ariel termasuk aktivis yang bisa diandalkan.

Apa yang dikatakan Tanis tak lepas dari dugaan sementara, jika Ariel tewas lantaran masalah asmara. Hal ini mengemuka berdasar temuan sepucuk surat di mana Ariel ditemukan tewas di dalam kamar.

"Saya yakin masih ada masalah yang lebih besar dari itu. Sehingga dia sampai senekat ini. Kalau masalah cinta rasanya kok saya kurang yakin," kata Tanis, ditemui di Mapolsek Samarinda Kota.

Selain itu, Tanis juga heran bagaimana bisa Ariel ditemukan tewas masih tergantung di pintu kamar mandi. Sebab, sepengetahuannya saat orang gantung diri dan di akhir nafas orang tersebut akan berontak. Dan jika hanya digantungkan di pintu kemungkinan ujung ikatan akan terlepas. "Tingginya pintu paling dua meter. Harusnya Ariel itu jatuh saat meronta. Ini prediksi saya saja," urainya.

Disamping keganjilan yang ada dipikirannya, Tanis masih belum mengetahui di mana barang-barang Ariel berupa Mobil, laptop dan ponsel yang biasa di gunakannya.

Barang-barang itu tiba-tiba saja hilang saat Ariel ditemukan. Untuk itu, pihak keluarga membuat laporan berkaitan hilangnya barang tersebut.
"Mobil itu memang sengaja dibelikan orangtuanya untuk dipakai sehari-hari. Dan hanya Ariel yang bisa menggunakannya. Saat orangtua mendapat kabar jika Ariel meninggal dunia. Mobil itu tidak ditemukan, termasuk beberapa barang pribadi lainnya," ungkap Tanis.

Ditambahkan Tanis, dirinya meyakini polisi bakal bisa mengungkap kebenaran yang terjadi pada Ariel. Termasuk menemukan kembali mobil dan barang lainnya.

Di lain pihak, Kapolsek Samarinda Kota AKP Yuliansyah melalui Kanit Reskrim Ipda Abdillah Dalimunthe menerangkan, saat ini pihaknya fokus mencari keberadaan mobil dan barang lainnya yang hilang. Khusus untuk mobil diduga kuat telah digadaikan Ariel sebelum chek in hotel pada 6 Agustus lalu.

"Hasil penyelidikan lebih lanjut dan berdasar rekaman CCTV. Ariel datang sendiri ke hotel tanpa menggunakan mobil. Dan saat ditemukan meninggal di kamar, kami pun tidak menemukan laptop maupun ponsel milik Ariel," ungkap Dalimunthe.

Ditambahkannya, dugaan jika mobil itu telah digadai lantaran ditemukan nilai uang dalam jumlah besar di rekening pribadinya.
"Ini kami lacak keberadaan mobil tersebut. Sekaligus mencari barang lainnya," pungkas Dalimunthe. (kis/nha)

Editor : izak-Indra Zakaria