Jalan poros Kecamatan Loa Kulu-Loa Janan rawan tergerus abrasi. Sebenarnya, sudah diantisipasi Pemkab Kukar. Yakni membangun jalan alternatif.
TENGGARONG-Menghubungkan jalan dari Desa Bukit Biru menuju Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, sejatinya sangat diharapkan. Namun, keterbatasan APBD masih menghambat kelanjutan proyek tersebut.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar Sunggono mengatakan, kelanjutan pengerjaan proyek tersebut masih menunggu analisis kebutuhan APBD Kukar. Dinilai penting, tapi diharapkan pengerjaan kegiatan fisik tersebut tidak mengganggu porsi kebutuhan anggaran lain. “Selain melakukan penanggulangan bencana, kami juga berharap jalan tersebut bisa selesai. Namun, lagi-lagi melihat porsi kecukupan anggaran APBD,” ujarnya.
Proyek itu sebelumnya terhambat akibat defisit anggaran. Padahal, proyek tersebut dinilai strategis lantaran memangkas waktu tempuh menuju Balikpapan. Wacana melanjutkan kembali proyek tersebut sempat muncul, menyusul proyek pembangunan kompleks Sekolah Polisi Negara (SPN) di kawasan Jonggon A, Desa Margahayu, Kecamatan Loa Kulu, Kukar. SPN pun diyakini membuka kantong perekonomian baru di kawasan tersebut. Jadi, perlu diiringi pembangunan infrastruktur yang layak. “Saat ini masih difokuskan pada penanggulangan bencana rumah-rumah yang ambles tersebut,” tambahnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar Muhammad Yamin membenarkan bahwa jalan sepanjang 36 kilometer itu memang strategis. Desa yang dilalui jalan itu diperkirakan perekonomiannya bakal tumbuh pesat. Termasuk menjadi jalan pendekat dari Tenggarong menuju Balikpapan.
Jalur alternatif itu memang inisiatif Pemkab Kukar. Pasalnya, jalan tersebut dianggap vital. Sayangnya, perbaikan hanya bisa dilakukan dengan menggunakan APBN. Meski belakangan, proyek perbaikan Jalan Loa Janan-Loa Kulu-Tenggarong akhirnya terealisasi, lokasi tersebut rawan ambles lantaran berada di bibir Sungai Mahakam.
Pembuatan jalan baru tersebut akan melalui jalur pegunungan, batu, hingga konsesi pertambangan. Dari 36 kilometer yang direncanakan, sekitar 28 kilometer belum dibebaskan. Namun, sebagian lahan dalam proses negosiasi. Mengetahui ada proyek pembangunan jalan, warga setempat dinilai menaikkan harga jual sehingga belum mendapat kesepakatan antara pemerintah dan warga.
Pembengkakan anggaran berpotensi terjadi. Menyusul lokasi yang dilalui badan jalan kebanyakan terbuat dari batu dan gunung. Dalam perjalanan pengerjaan proyek, beberapa kali telah dilakukan adendum. Hal tersebut menyusul kebutuhan anggaran yang bertambah karena faktor alam. Untuk satu lajur, lebar badan jalan mencapai 14 kilometer. Jalan tersebut seperti jalan bebas hambatan.
Proyek Jalan Bukit Biru diketahui masuk program pembangunan jalan di Kukar. Sejak 2010, jalan Kabupaten Kutai Kartanegara hanya sepanjang 511,5 km. Dalam kurun waktu 2011–2015 jalan yang dibangun telah mencapai sepanjang 1.381,07 km sehingga panjang jalan sampai akhir 2015 mencapai 2.892,07 km. Dari total panjang jalan tersebut, 83,55 persen dalam kondisi baik. Pembangunan jalan meliputi peningkatan serta pembuatan jalan baru. (qi/*/dra/k16)
Editor : izak-Indra Zakaria