Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kenapa Dicopot?

uki-Berau Post • 2019-08-29 09:45:47

SATU persatu hurufnya dilepas. Warga yang lalu-lalang di sepanjang Jalan Gunung Panjang pasti bertanya-tanya. Apa gerangan sebabnya huruf pada papan nama itu dilepas. Adakah rencana lain dari bangunan yang dulu sempat beroperasi sebagai hotel itu.

Saya termasuk yang penasaran. Saya mencoba tanyakan ke lelaki berbaju putih, yang sudah melepas dua huruf terakhir. Tersisa ‘Cantika Swa (ra)’.

“Kenapa dilepas mas,? tanya saya.

Dengan polosnya petugas tadi menjawab “Sudah laku mas,” kata dia.

Laku seperti apa, ia tak bisa lagi menjelaskan secara rinci. Apa laku dijual atau laku seperti apa.

Ia terus berusaha melepas huruf demi huruf. Tak bisa cepat karena bahannya memang dibuat kuat. Ada baut pengikat yang harus dilepas berada di bagian belakang. Mungkin juga sudah berkarat. Tulisan “Resort & Convention Hotel” juga sudah tak sempurna lagi. Ini semakin menguatkan kalau hotel yang dulu sempat populer benar-benar sudah di bawah manajemen baru.

Sudah lama tak beroperasi. Ada dua belas bulan terakhir, tak ada aktivitas. Kabarnya fasilitas di setiap kamar tidak bergerak. Ranjang dengan semua fasilitasnya masih seperti sedia kala. Sewaktu-waktu ada yang mengoperasikan kembali, tinggal jalan. Tinggal rekrut pegawai lagi.

Cantika Swara salah satu hotel dengan fasilitas lengkap. Terbilang masih baru. Hanya beroperasi beberapa tahun. Bersamaan menurunnya aktivitas kegiatan pertambangan dan perkebunan, hotel juga berangsur kehilangan ‘suaranya’. Yang tersisa cantiknya.

Memang hotel ini punya desain yang cantik. Halaman yang luas. Lokasinya menyendiri. Juga ada fasilitas kolam renangnya.

Kemarin, Rabu (28/8) saya begitu bersemangat.  Bersemangat mendengar ada investor yang akan mengelola hotel tersebut. Kalau ada calon investor yang akan mengambil alih, mengapa nama hotel hurufnya dicopot satu persatu. Berarti akan ada pemanfaatan lainnya. Kira-kira untuk apa ya? Penjelasan petugas yang saya temui tidak lengkap.

Saya pernah mendengar ada investor yang tertarik memanfaatkan bangunan eks Hotel Cantika Swara, itu. Karena bentuk bangunannya yang sudah 90 persen sudah memenuhi syarat. Tinggal menambah infrastruktur pendukung yang wajib dimiliki.

Kabarnya, sekali lagi kabarnya ada pemodal yang akan menyulap eks hotel tersebut menjadi sebuah rumah sakit. Rumah sakit yang punya jaringan internasional.  Rumah sakit yang bila di Jakarta menjadi langganan para pejabat dan artis papan atas untuk memeriksa kesehatannya. Ataupun untuk rawat inap.

Biarlah tidak saya sebut nama rumah sakit itu. Agar kejutannya lebih besar lagi nanti. Membuat Anda merasa tak percaya. Saya sendiri tidak percaya. Mengapa memilih Berau dan eks hotel itu. Saya tahu, para dokter yang bertugas di rumah sakit tersebut seperti yang ada di Jakarta. Mempekerjakan dokter asal luar negeri. Di Berau juga akan seperti itu.

Desain bangunan yang ada menjadi pertimbangan utama. Sesuai dengan keinginan manajemen perusahaan. Desain bernuansa resor dan conversion. Pasien yang dirawat juga akan merasa tenang.

Mengapa bukan di ‘Kartanegara’ atau di Penajam Paser Utara yang menjadi Ibu Kota Negara Indonesia yang baru. Mengapa memilih Berau yang jaraknya dengan ibu kota negara cukup jauh. Jauh dari Ibu kota, tapi dekat dengan Kalimantan Utara (Kaltara). Rasanya kalau ini terealisasi, di Kalimantan hanya akan ada di Berau.

Doa saya sama dengan doa Anda. Semoga ini menjadi nyata. Biarlah nanti kompetisi itu berlangsung. Kompetisi tiga rumah sakit. Termasuk rumah sakit baru yang direncanakan dibangun di kawasan arah menuju Bandara Kalimarau.

Kabarnya lagi, manajemen rumah sakit yang akan mengambil alih eks hotel sudah berkunjung ke Berau, kemarin. Sudah melihat semua sudut bangunan.  Melihat bangunan berlantai dua. Melihat kolam renang. Melihat aula yang bisa menampung lebih dari 500 tempat duduk. Melihat dapur. Melihat halaman.  Melihat kawasan lingkungannya. Semuanya dilihat.

Akhirnya pertanyaan saya terjawab. Mengapa dicopot nama hotel yang terpampang besar di sebelah kiri pintu masuk. Bangunan hotel akan disulap menjadi sebuah rumah sakit bertaraf internasional. Apa perlu saya sebut nama rumah sakitnya? Hehe, nanti saja. Ada saatnya. (*/har)

 

Editor : uki-Berau Post
#Catatan