Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Hampir Semua Bandara di Benua Etam Diselimuti Asap Tebal

izak-Indra Zakaria • Senin, 16 September 2019 | 11:32 WIB

BALIKPAPAN – Kabut asap yang melanda Kaltim benar-benar bikin mobilitas udara terhambat. Sejumlah maskapai ada yang gagal mendarat di bandara tujuan hingga membatalkan penerbangan.

Seperti dua hari lalu, Badan Meteorologi, Klimotologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimarau Berau merilis peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Tanjung Redeb dan sekitarnya. Akibat terjadi kabut asap dengan kondisi ekstrem dan visibility kurang dari 1 kilometer. Imbauan agar warga pengguna transportasi darat, laut, dan udara untuk berhati-hati serta waspada.

Peringatan itu kembali dikeluarkan Sabtu (14/9). Tertulis berlaku selama empat hari hingga Selasa (17/9). Masih bisa berubah mengikuti kondisi. Akibatnya sejumlah penerbangan menuju Berau, Tanjung Selor, dan Tarakan tidak bisa berangkat. Bahkan disebut hampir semua bandara di Kaltim diselimuti kabut asap.

Pesawat terpaksa “parkir” di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan. Hal itu sudah terjadi sejak Jumat (13/9) setidaknya delapan penerbangan yang harus cancel. Semua berasal dari empat maskapai yakni Garuda Indonesia, Wings Air, Sriwijaya Air, dan Xpress Air. Dengan jadwal penerbangan pada pukul 08.45 Wita hingga 18.40 Wita.

Communication and Legal Section Head Angkasa Pura I Balikpapan Andanina Megasari menyebut, maskapai terpaksa membatalkan penerbangan dengan tujuan menjaga keselamatan penumpang. Sebab otoritas bandara tempat tujuan melaporkan terjadi cuaca buruk yang membatasi jarak pandang pilot.

Bandara yang dimaksud adalah Berau dan Tanjung Selor. Sementara itu, Bandara Kutai Barat juga terganggu asap. Namun tidak ada jadwal penerbangan menuju ke sana. “Penerbangan yang paling terdampak dari dan menuju Berau. Misalnya Garuda Indonesia sudah cancel empat penerbangan,” sebutnya.

Ega menuturkan, jarak pandang atau visibility ke bandara tujuan sangat minimal. Sehingga pilot memutuskan untuk tidak landing di sana. Menurutnya paling parah di Berau, visibility terakhir kemarin siang hanya 200 meter. “Sampai kapan kondisi ini belum tahu. Bergantung dari bandara tujuan. Kami masih pantau terus,” ungkapnya.

Ada pun total penumpang yang terdampak akibat penerbangan batal pada Jumat sebanyak 520 penumpang. “Mereka diarahkan ke customer service maskapai masing-masing untuk refund dan reschedule kegiatan dalam pengawasan,” sebutnya.

Begitu pula hal yang sama masih berlangsung hingga Sabtu (14/9). Tercatat setidaknya 37 penerbangan terganggu. Di antaranya rute Jogjakarta - Tarakan, Jakarta - Tarakan, Balikpapan - Banjarmasin, Balikpapan - Pontianak, Balikpapan - Berau, Balikpapan - Tanjung Selor, dan sebagainya.

Rinciannya delapan pesawat berstatus divert. Kemudian tiga penerbangan harus return to base, 18 penerbangan delayed, dan delapan penerbangan cancel. Contoh rute Jakarta-Tarakan dengan Boeing 737-800 NG harus terhenti di Balikpapan.

Penumpang tidak bisa melanjutkan perjalanan. Setelah banyaknya jumlah penerbangan yang tertunda membuat Bandara SAMS Sepinggan dipenuhi ratusan penumpang. Mereka menunggu kejelasan kapan bisa melanjutkan perjalanan.

“Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan akibat kejadian ini,” katanya. Sebagai informasi, Bandara Kalimarau di Berau dan Bandara Tanjung Harapan Tanjung Selor terpaksa harus ditutup karena terselimuti kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Salah satu penumpang harus membatalkan perjalanannya Berau yakni Edy. Setelah mengalami dua kali reschedule, pesawat juga masih tidak bisa berangkat karena jarak pandang tidak memungkinkan untuk terbang. Awalnya dia seharusnya telah berangkat pada Jumat (13/9) pukul 17.40 Wita menggunakan Wings Air.

Setelah tak bisa berangkat hingga malam. Maskapai melakukan reschedule dengan jadwal berangkat Sabtu pukul 06.00 Wita. Kenyataannya kemarin pagi cuaca tidak semakin baik akibat asap belum juga pulih. Terpaksa penerbangan tertunda hingga pukul 11.00 Wita.

“Akhirnya terpaksa batal, minta refund dan mengurungkan perjalanan dinas. Melihat kondisi asap memang parah,” ucapnya. Berdasarkan data BMKG, tercatat ada 411 titik panas (hotspot) di Kaltim per Sabtu (14/9) pukul 17.00 Wita.

Tepatnya paling besar hotspot sebanyak 94 titik di Berau. Kemudian di Kutai Barat sebesar 33 titik dan Kutai Kartanegara sebesar 26 titik. Sisanya tersebar di Penajam Paser Utara dan Paser.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, tujuh dari sembilan daerah di Kaltim akan mengalami kabut asap pada Minggu (15/9) pagi. Hanya dua daerah yang baik, cerah berawan di Sangatta dan cerah di Tanah Grogot. Sementara cuaca baru akan cerah pada siang hari.

Kemudian cuaca membaik pada Senin (16/9). Perkiraan cuaca terlihat cerah dan cerah berawan di beberapa kota di Kaltim. Contoh Balikpapan akan cerah dan Samarinda cerah berawan.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto Dodi Dharma Cahyadi mengatakan, sampai sekarang Samarinda sedang dikepung asap tebal akibat kebakaran hutan/lahan. Sehingga, berdampak pada kegiatan penerbangan. Jarak pandang saat ini terbatas hanya 800 meter. Padahal, jarak pandang minimal yang aman dan sesuai prosedur penerbangan adalah 5.000 meter.

Hal itu menyebabkan terganggunya beberapa penerbangan dari Samarinda. Tidak itu saja, penerbangan menuju Samarinda juga ikut terhambat. “Ada yang harus divert menuju Balikpapan. Ada pula yang mengalami keterlambatan (delay flight),” ujarnya, kemarin (14/9).

Apalagi, lanjut dia, pihak Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) Pelayanan Informasi Aeronautika (PIA) Balikpapan, yang merujuk pada data cuaca terkini dari Badan Meteorologi, Klimotologi, dan Geofisika (BMKG) Samarinda mengeluarkan notam visibility below minima (VBM) di Bandara APT Pranoto.

“Kabut asap sampai pukul 18.00 Wita. Tentu penerbangan dari Bandara APT Pranoto sangat terhambat. Apalagi bandara ini belum melayani penerbangan malam,” jelas dia. Di Samarinda, kemarin terdapat 23 penerbangan yang akhirnya batal terbang akibat kabut asap.

Dikatakan, pihak maskapai diharapkan memberikan pelayanan sesuai standar operasional prosedur (SOP) mengacu Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) 89/2015 tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) Pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia.

“Jika terjadi cancel flight atau pada akhirnya pembatalan bagi pihak maskapai. Agar memberikan refund or re-schedule ticket, dengan membantu dan melayani penumpang untuk proses tersebut dengan baik,” harapnya. (gel/dq/rom/k18)

 

Penerbangan yang Terganggu di Bandara SAMS Sepinggan

Maskapai Batal Terbang Tertunda Dialihkan Return to Base

Garuda Indonesia 4 - 2

Lion Air - 2 3

Batik Air - 2 2

Xpress Air 1 - -

Trans Nusa 2 1 2

Wings 10 1

Sriwijaya 3 2 -

Editor : izak-Indra Zakaria