SAMARINDA–Perbaikan lendutan dan retakan taxiway Bandara APT Pranoto Samarinda berlangsung hingga sore kemarin (7/10). Imbasnya, 40 penerbangan terganggu. Ada 22 maskapai yang pendaratannya dialihkan ke Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, 14 dibatalkan, dan 4 dijadwal ulang.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto Dodi Dharma Cahyadi mengatakan, penutupan sementara menjadi pilihan demi melancarkan perbaikan taxiway. Pihaknya pun sudah melakukan pengecekan kembali. “Ada beberapa kerusakan berupa titik lendutan,” terangnya kepada Kaltim Post.
Dia mengakui, pengajuan penutupan sementara kembali dilakukan. Sehingga, lapangan terbang di utara Kota Tepian itu bisa beroperasi lagi hari ini. Dodi mengutarakan permohonan maaf karena tidak dapat memberikan pelayanan penerbangan. Sebab, langkah tersebut dilakukan untuk menjamin keselamatan penerbangan.
“Tim teknis bandara sedang melakukan perbaikan terhadap kerusakan dan mengupayakan agar penerbangan dapat berjalan normal kembali,” papar Dodi.
Menurut dia, hal itu sudah sesuai instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti. Keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama dalam menjalani bisnis ini. Dodi berharap, para pengguna jasa penerbangan memaklumi.
Pihaknya pun diminta segera memperbaiki dan memberikan pelayanan terhadap pelanggan sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) 89/2015 tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan. "Berikan pelayanan yang terbaik untuk para penumpang sesuai peraturan," kata dia.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Salman Lumoindong mengatakan, pihaknya sudah mengerjakan semalaman. Sehingga, pengerjaan selesai pukul 14.00 Wita, Senin (7/10). “Lendutan cuma di taxiway. Memang ada sedikit retakan, tapi sudah diatasi. Kondisi runway baik-baik saja,” tegasnya.
Dia membeberkan, tujuh titik lendutan sudah ditangani. Penanganannya dengan menggali lendutan kemudian diisi aspal sehingga ketahanannya lebih kuat. Tidak hanya itu, setelah penambalan, dilakukan overlay di seluruh bagian taxiway. “Bandara sudah bisa dioperasikan secepatnya,” ungkapnya.
Dia memastikan aspal yang digunakan perbaikan sebanyak 19 ton dengan ketebalan 5–10 sentimeter. “Kami harap tidak ada lagi masalah di runway. Tapi, pekerjaan dilakukan PT Waskita yang masih memiliki kewajiban pemeliharaan hingga Desember,” tambah dia.
Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi meminta pihak bandara segera mengecek kondisi lahan di jalur taxiway. Pasalnya, ada beberapa perusahaan tambang di dekat bandara. "Saya minta dinas terkait mengkaji lebih dalam. Sebab, ini telah berkali-kali terjadi," ujarnya.
Hadi berharap tidak terjadi lagi hal serupa yang akan memengaruhi ekonomi dan pelayanan publik. “Sekarang ini Kaltim berupaya memperbaiki pelayanan. Jadi, harus dikaji lebih dalam permasalahannya,” imbuh dia.
KUALITAS BAHAN ATAU STRUKTUR TANAH
Pengamat Konstruksi Kaltim Slamet Suhariadi menyebut, pengelola perlu melakukan pengecekan mendalam soal kondisi taxiway ataupun runway bandara. Pasalnya, kerusakan ini bukan yang pertama. Menurut Slamet, ada dua kemungkinan terjadinya kerusakan berulang kali ini.
"Kemungkinan pertama kualitas bahan tidak baik. Kedua, struktur tanah belum padat saat pengerjaan. Ini kan sudah beberapa kali terjadi. Makanya pengelola harus pengecekan ulang taxiway maupun runway-nya," kata Slamet.
Meski begitu, Slamet menduga, kemungkinan masalah terjadi karena struktur tanah yang belum padat saat dicor. Namun ini baru sekadar dugaan.
"Sebab, perlu pengecekan lebih lanjut. Kan harus diperiksa, kalau kualitas bahannya diperiksa bagus, berarti masalahnya di struktur tanahnya yang belum padat," imbuhnya.
Dalam pandangannya, jika masalah tersebut disebabkan struktur tanah, dugaan sebagian masyarakat rusaknya taxiway maupun runway akibat aktivitas tambang yang banyak di kawasan Samarinda Utara, agak kurang tepat. Menurut dia, aktivitas tambang tidak berpengaruh, kemungkinan penyebabnya adalah dua hal yang sudah dikemukakan di atas.
Dia mengatakan, perlu pengecekan menyeluruh sehingga tidak ada kisah lagi penutupan bandara karena taxiway atau runway rusak. Apalagi, penutupan bandara berimbas pada penumpang dan maskapai penerbangan. Entah itu penutupan sehari, dua hari, atau tiga hari.
Sebab, orang memilih Bandara APT Pranoto karena faktor kedekatan dan waktu yang praktis dibandingkan lewat Bandara SAMS Sepinggan. Apalagi, pengguna Bandara APT Pranoto tidak hanya masyarakat Samarinda. Masyarakat Kukar, Kubar, Kutim, Bontang, bahkan Mahakam Ulu turut menikmati bandara ini.
"Kalau sudah ditemukan penyebabnya, bisa segera diperbaiki. Tetapi, ya, tidak perlu menutup bandara," imbuh Slamet.
Dia mengemukakan opsi perbaikan pada malam hari. Mumpung APT Pranoto tidak beroperasi malam hari. Jadi, tidak mengganggu penerbangan. (nyc/*/eza/dq/dwi/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria