Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Belajar Ilmu Pasti dengan Susu

izak-Indra Zakaria • Kamis, 24 Oktober 2019 | 10:52 WIB

Anak-anak berprestasi tidak muncul begitu saja. Didikan orangtua sejak dini diperlukan, seperti yang dilakukan Anwar terhadap putranya, Muhammad Fauzan Ardhani.

 

LIMA pertanyaan diajukan Anwar kepada Fauzan, putranya yang masih berusia lima tahun. Pertanyaan ini seputar matematika dan diberikan ketika anaknya minta dibikinkan susu. Jika berhasil menjawab, Fauzan bisa minum susu seperti yang dia sukai.

Kini Fauzan sudah duduk di kelas 3 SD Bunga Bangsa. Dia menorehkan prestasi tingkat international di bidang matematika. Dua medali perak dari kompetisi matematika internasional diraihnya.

Saat duduk di kelas 1 SD, medali perak dari Thailand International Mathematic Olympiad (TIMO) didapatkan Fauzan. Kemudian, awal September lalu, medali perak didapatkan Fauzan.

Medali perak terakhir didapatkannya dari Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO). Dalam kompetisi ini, ada ribuan peserta dari puluhan negara yang berpartisipasi.

"Dari kecil memang sama ayahnya sering dipancing pertanyaan matematika. Dari situ, dia mulai belajar matematika," kisah sang ibu, Alfiani.

Fauzan pun belajar matematika. Apalagi dia termotivasi karena ayah dan ibunya adalah guru matematika. Selain itu, dia kerap ikut ayah ibunya mendampingi anak yang mengikuti kompetisi matematika. Dari situ, dia juga ingin seperti anak-anak berprestasi yang dibina orangtuanya.

Meski memiliki orangtua yang berprofesi guru matematika, tak serta-merta Fauzan belajar matematika melulu tiap hari. Fauzan belajar berdasar kenyamanannya. Ketika Fauzan lelah belajar, dia akan beraktivitas lain.

"Kadang bosan, jadi main game dahulu. Kalau sudah senang, bisa belajar lagi," kata anak kelahiran Makassar, 31 Juli 2011 tersebut.

Ketika berkompetisi, Fauzan memilih berusaha tak gugup dan anggap santai. Jadi, dia bisa memaksimalkan kerjanya. Baik ayah maupun ibu Fauzan memang tak banyak menuntut. Mereka hanya ingin Fauzan bisa belajar dengan baik.

Dalam belajar jelang kompetisi, mereka memberi latihan soal untuk Fauzan. Latihan soal ini dirasa efektif. Pasalnya, pikiran anak akan diasah untuk mencari jawaban dengan beragam jenis soal matematika.  (nyc/kri/k16/bersambung)

 

Editor : izak-Indra Zakaria
#samarinda