TANJUNG REDEB. Pulau Maratua merupakan pulau terdepan di Kabupaten Berau yang aksesnya cukup jauh dari daratan. Terisolasi akses darat, pulau yang berada dekat perbatasan perairan dengan negara tetangga tersebut kini diupayakan dapat terhubung dengan dunia luar melalui akses internet.
Sebagai wilayah terluar di kabupaten Berau, Maratua saat ini dipersiapkan menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK). Akan tetapi ada beberapa fasilitas penunjang yang perlu dilengkapi salah satunya jaringan telekomunikasi. Pasalnya, Maratua saat ini sudah mulai lepas landas melalui sektor pariwisatanya. Pulau ini menjadi salah satu objek wisata bahari andalan di Berau selain Pulau Derawan.
Oleh Pemkab Berau, jaringan telekomunikasi di Kecamatan Maratua menjadi salah satu prioritas yang akan dipenuhi. Tidak hanya sebagai penunjang destinasi wisata di pulau yang paling banyak dilirik para turis ini. Tetapi keberadaan jaringan telekomunikasi bagian dari dukungan pertahanan negara, mengingat berada di wilayah perbatasan dengan negara tetangga Filipina dan Malaysia.
Melihat dari dekat kebutuhan jaringan telekomunikasi serta daerah blankspot. Tim terpadu Diskominfo Provinsi Kaltim dan Berau bersama Tim Teknis Telkomsel Regional Kaltara sempat melakukan survei lapangan. Untuk melihat langsung kondisi yang ada di Maratua dalam rencana pembangunan jaringan telekomunikasi.
Jabatan Fungsional Umum Pengawas Telekomunikasi Diskominfo Pemprov Kaltim, Untung Mariono menyebut, survei dilakukan untuk melihat sejauh mana ketersedian jaringan. Dalam survey ini, ada dua kampung yang dikunjungi yaitu Teluk Alulu dan Bohe Silian.
“Kita hanya ingin mengetahui kondisi di lapangan seperti apa, sehingga bisa dipetakan dalam pemenuhan jaringannya,” jelasnya. Dari hasil survei, di Teluk Alulu ada 80 persen sudah tercover signal telekomunikasi dengan jumlah penduduknya sekitar 749 orang dan 22 Kepala Keluarga.
Sementara untuk Bohe Silian ke depan akan diupgrade layanan dari 2G ke 4G, yang dalam waktu dekat akan dilakukan oleh BAKTI. “Sudah masuk dalam perencanaan, tinggal menunggu realisasinya. Semoga bisa berjalan sesuai perencanaan yang ada,” katanya.
Diungkapkannya, secara kesimpulan di Pulau Maratua tidak ada daerah blankspot untuk jaringan telekomunikasi. Namun untuk ketersediaan internet belum memadai untuk dua kampung tersebut. (adv/as/beb)