Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jalan Penyinggahan-Muara Pahu Dikebut

izak-Indra Zakaria • Rabu, 27 November 2019 | 13:43 WIB

SENDAWAR- Jalan  Kecamatan Penyinggahan-Kecamatan Muara Pahu, Kutai Barat (Kubar) ke ibukota kabupaten, belum juga mulus. Kedua kecamatan penghasil ikan dan pertanian ini masih terisolir.  

Sejumlah warga Penyinggahan dan Muara Pahu kerap meminta pemerintah segera memperbaiki. "Kalau sudah jalan darat mulus, akan lebih cepat," kata Rian warga Muara Pahu. 

Sementara itu, Wabup Kubar Edyanto Arkan mengatakan  panjang ruas jalan Penyinggahan-Muara Pahu sekitar 21 kilometer. Sudah direlisasikan sekitar 16 kilometer lebih dan tersisa lagi sekitar 4 kilomter.   

Pada 2020 mendatang, pekerjaan jalan tersebut tetap dilanjutkan. Dengan jumlah anggara sekitar Rp 40 sampai Rp 50 miliar untuk pekerjaan jalan Penyinggahan dan Muara Pahu, melintasi Kampung Tebisaq dan Gunung Bayan.

“Mudahan-mudahan lancar dan tidak ada kendala, sehingga pada 2020 mendatang pekerjaan pun bisa diselesaikan,”kata Wabup usai upacara peringatan hari guru nasional dan  HUT ke-74 PGRI 2019, di Alun-Alun Itho, Kecamatan Barong Tongkok.

Wabup menambahkan kalau pun masih ada jalan yang tersisa (belum dikerjakan), akan segera diselesaikan pada 2021 mendatang. Sehingga arus transportasi angkutan orang dan barang dari Penyinggahan ke ibukota kabupaten (Sendawar), dapat berjalan lancar.

Diakui wabup, sebelum memiliki jalan darat, masyarakat biasanya ke ibukota kabupaten menggunakan transportasi sungai dengan waktu tempuh sekitar 6 jam. “Diharapkan dengan selesainya jalan tersebut, memperpendek jarak tempuh dari Penyinggahan-Ibukota Kubar sekitar 2 jam,”terangnya. (rud)  

 

Editor : izak-Indra Zakaria