Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Warga Diimbau Tidak Panik

izak-Indra Zakaria • 2020-03-16 12:38:36
-
-

BALIKPAPAN–Aktivitas masyarakat di ruang terbuka mulai hari ini dibatasi untuk mengantisipasi wabah virus corona atau Covid-19. Pembatasan pada tahap awal ini diberlakukan di lingkungan pendidikan. Hingga sepekan ke depan, Pemkot Balikpapan meliburkan kegiatan mulai jenjang PAUD hingga SMP.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan mengambil opsi hanya membatasi jam belajar siswa. Yakni, SD dari pukul 7.30–10.00 Wita (dari kelas 1–III). Sedangkan kelas IV–VI, maksimal hingga pukul 12.00 Wita. Sedangkan SMP dibatasi hanya sampai pukul 12.30 Wita. Namun setelah kembali dilakukan rapat intens bersama instansi lainnya kemarin, aktivitas belajar-mengajar resmi diliburkan mulai Senin (16/3).

“Kita akan keluarkan surat edaran itu malam ini (kemarin),” tutur Kepala Disdikbud Muhaimin kepada Kaltim Post. Sementara jenjang SMA, lanjut dia, masih menunggu keputusan dari Disdikbud Provinsi Kaltim. Selain itu, kegiatan study tour keluar Balikpapan juga ditunda. Terutama ke Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jakarta. Untuk kegiatan perpisahan SD kelas VI, sifatnya tentatif. Masih menunggu perkembangan lebih lanjut penanganan virus corona.

Kebijakan serupa juga diterapkan di level perguruan tinggi di Kaltim. Salah satu perguruan tinggi yang menerapkan kebijakan semi-lockdown atau mengunci sementara kegiatan di dalam kampus adalah Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan. Kampus yang beralamat di Jalan Soekarno-Hatta, Kilometer 15, Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, ini menunda kegiatan di lingkungan kampus yang melibatkan banyak peserta dari dalam kampus, luar kampus atau luar daerah.

Seperti kuliah umum, seminar, kegiatan kemahasiswaan dan lainnya sampai pandemik Covid-19 mereda. Jika karena alasan khusus tidak dapat ditunda, maka harus dijalankan protokoler yang ketat sesuai prosedur. “Kami sedang menyiapkan imbauan untuk mengurangi kegiatan di kampus,” kata Rektor ITK Prof Budi Santosa Purwokartiko saat dihubungi Kaltim Post, kemarin.

Pembatasan kegiatan itu berlaku pula kepada civitas akademika dalam melakukan perjalanan dinas keluar negeri atau keluar kota. Akan tetapi, ITK tidak meliburkan kegiatan pembelajaran. Termasuk kuliah dan pembimbingan. Tetapi mengimbau kepada segenap dosen ITK untuk mengoptimalkan berbagai bentuk metode pembelajaran daring dalam pelaksanaan kuliah. Bagi tenaga kependidikan yang pekerjaannya dapat dilakukan di rumah, maka diizinkan untuk mengerjakan tugasnya di rumah. Dengan dikoordinasi oleh atasan langsung masing-masing.

Namun tetap menjaga mutu pembelajaran sesuai dengan arahan Wakil Rektor Bidang Akademik. “Kuliah akan dialihkan ke sistem online (daring). Kami tidak bersikap panik atau berlebihan. Ini semua adalah upaya logis untuk mengurangi risiko dari penyebaran Covid-19,” ujar pria yang sebelumnya menjabat Guru Besar Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan bidang keahlian Data Mining, Optimasi dan Metaheuristik, Operations Research, dan Manajemen Proyek.

Untuk memfasilitasi pembelajaran daring di ITK, maka akan diadakan workshop pembelajaran daring bagi dosen ITK pada Selasa (17/3) sekitar pukul 08.00–10.00 Wita, di Gedung A Kampus ITK.  Mahasiswa nanti akan difasilitasi dengan video tentang cara mengikuti pembelajaran daring di ITK. Sesuai dengan arahan yang diberikan oleh Pusat Pengembangan Pendidikan ITK. Untuk kegiatan pembelajaran yang tidak mungkin dilaksanakan secara daring, seperti praktikum, penelitian dosen dan mahasiswa, serta kerja praktik yang tidak mungkin ditunda, dapat tetap dilaksanakan. Dengan memperketat protokol penyelenggaraan pembelajaran.

“Termasuk pengecekan suhu tubuh, penggunaan cairan pembersih tangan (hand sanitizer), penggunaan masker bagi yang memerlukan dan pembatasan kontak fisik secara langsung seperti jabat tangan,” imbuh Profesor kelahiran Klaten, 12 Mei 1969, ini. Hal yang sama dilakukan rektorat Universitas Mulawarman (Unmul) di Samarinda. Melalui surat edaran yang ditandatangani Rektor Unmul Prof Masjaya, terhitung Rabu (18/3) hingga akhir April 2020 pada semester genap 2019/2020, mengubah bentuk kuliah tatap muka menjadi pembelajaran daring melalui pemanfaatan Mulawarman Online Learning System/MOLS. Atau sistem/aplikasi daring lainnya yang sudah biasa digunakan oleh dosen dan fakultas masing-masing.

 “Mengingat proses KBM harus berjalan terus,” kata dia dalam surat edarannya. Selain itu, mempertimbangkan belum seluruh dosen dan mahasiswa siap dengan sistem pembelajaran daring, maka memberikan opsi lainnya. Sistem pembelajaran bisa dilakukan dengan mendistribusikan seluruh materi perkuliahan dari mata kuliah yang semester genap 2019/2020 kepada mahasiswa.

Selanjutnya, menetapkan hari untuk diskusi atau klarifikasi atas materi yang disampaikan. Melalui komunikasi dengan ketua tingkat atau ketua kelas masing-masing mata kuliah. “Hal terpenting harus dipertimbangkan bahwa metode yang digunakan harus menjamin Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK),” lanjut isi surat edaran itu. Sedangkan kegiatan praktik seperti praktik laboratorium, praktik klinik, praktik lapangan, praktik di berbagai industri dapat dilakukan penjadwalan ulang. Atau diganti dengan metode lain dan disesuaikan dengan perkembangan keadaan.

Untuk penilaian mahasiswa dalam mata kuliah, termasuk ujian tengah semester (UTS) dan ujian akhir semester (UAS) dapat dilaksanakan secara daring dan atau take-home test. Juga, penugasan perorangan atau individual assignment, bergantung dari preferensi dosen. “Terutama bilamana setelah evaluasi di akhir April 2020 kondisi terkait Covid-19 belum membaik,” imbuhnya. Kegiatan pembimbingan, konsultasi dan ujian semisal skripsi, tesis, disertasi, dan sejenisnya juga disarankan dilakukan secara daring dan atau menggunakan cara lainnya.

Khusus ujian terbuka bagi mahasiswa strata 3 (program doktor) tetap mempertimbangkan pembatasan tatap muka. Sementara itu, pelaksanaan kegiatan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, termasuk kuliah kerja nyata (KKN) yang melibatkan pengumpulan data dan aktivitas bersama masyarakat, dapat dilakukan penjadwalan ulang.  Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) juga menerapkan kebijakan serupa. Berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan Wakil Rektor I Ghozali MH tertanggal 14 Maret, aktivitas perkuliahan ditiadakan selama dua pekan.

Terhitung 16–28 Maret. Sebagai penggantinya, digelar dosen menerapkan perkuliahan secara daring. Kebijakan tersebut akan ditinjau lagi setelah 28 Maret dengan mempertimbangkan kondisi terkini. Keputusan berbeda justru ditempuh rektorat Universitas Balikpapan (Uniba). Kegiatan perkuliahan tatap muka tetap dilaksanakan seperti biasanya. Namun tetap mewaspadai penyebaran Covid-19 di lingkungan kampus. “Jadi perkuliahan tetap saja. Seperti biasa. Memang kami waspada, tetapi kalau meliburkan khawatirnya akan menimbulkan kepanikan. Sambil terus pantau pencegahannya,” ucap Rektor Uniba Dr Piatur Pangaribuan saat dikonfirmasi Kaltim Post, kemarin.

Karena itu, pihaknya telah menyiapkan langkah pencegahan yang dikomandoi Fakultas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Uniba. Melalui sosialisasi internal di kampus. Khusus untuk penyediaan cairan pembersihan tangan, pihaknya tengah berupaya menyiapkannya. Mengingat saat ini, ketersediaannya terbatas di pasaran. “Langkah antisipasi diambil alih teman-teman K3. Khususnya bagian safety-nya. Terutama sosialisasi di internal kampus,” kata pria kelahiran Asahan/Sei Simujur, 30 Mei 1973 ini.

Selain itu, mahasiswa yang ingin melaksanakan aktivitas di kampus, juga diimbau menggunakan alat pelindung pernapasan.

Semisal masker. Namun, karena terjadi kelangkaan, maka bisa menggunakan sapu tangan atau scarf (sehelai kain yang dipakai di leher, kepala atau pundak. “Selalu ada solusi yang bisa ditawarkan. Agar perkuliahan berjalan seperti biasanya. Sampai melihat situasi ke depannya,” pungkas Piatur.

Kementerian Agama (Kemenag) Balikpapan juga sepakat meliburkan para siswa. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Balikpapan Sinta Ningsih mengungkapkan, selain dari arahan wali kota, pihaknya juga mengikuti instruksi pusat dan sesuai peraturan daerah bila mana terdapat suspect maka sekolah wajib meliburkan siswanya. Libur dimulai dari tingkat raudhatul athfal (RA) setingkat TK, hingga jenjang madrasah aliah atau SMA.

Namun bagi siswa kelas tiga yang duduk di madrasah sanawiah (MTs)/SMP tidak dapat libur. Itu karena mereka tengah melaksanakan ujian akhir madrasah berstandar nasional berbasis komputer (UAMBNBK). "Tadinya mau diliburkan pula bagi kelas tiga MTs, tetapi tidak bisa, karena kebijakan nasional. Sedangkan untuk umum tidak ada masalah, atau sesuai Disdikbud karena tidak menggelar UAMBNBK," ucapnya.

Meski siswa libur, guru tetap diwajibkan masuk ke sekolah atau bekerja seperti biasa. "Orang tua tidak boleh membebaskan anak beraktivitas di luar dan harus mengondisikannya. Karena ini kan bertujuan sebagai pencegahan virus corona. Bila ada siswa saat libur ditemukan di tempat keramaian boleh ada sanksi, bentuknya tergantung dari sekolah masing-masing," bebernya.

Dari Bontang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Akhmad Suharto menjelaskan, kegiatan belajar-mengajar masih tetap berlangsung. Tepatnya selama dua hari. Mulai Rabu (18/3) para pelajar melakukan kegiatan belajar di rumah. Terhitung selama 14 hari. Disdikbud menyatakan kesiapannya bila skema pembelajaran di rumah masing-masing diputuskan. "Belajar di rumah sudah ada medianya melalui koneksi internet. Tinggal akses www.belajar.kemendikbud.go.id," ujarnya.

Dia pun meminta kepada tenaga pendidik untuk membatasi kegiatan studi banding maupun bimbingan teknis ke daerah lain. Terutama daerah yang telah terdapat pasien positif corona.

"Kalau tidak penting tidak usah ke luar (daerah). Ini bentuk antisipasi," terangnya. Kemarin malam, draf surat edaran telah beredar. Terdapat 11 imbauan yang dikeluarkan oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. Pihak Sekkot pun tidak menampik substansi dari surat itu. Adapun masa berlaku surat edaran yakni 14 hari, terhitung hari ini. Sekretaris Kota (Sekkot) Bontang Aji Erlynawati menambahkan, dalam surat edaran nantinya terdapat poin terkait perjalanan dinas pegawai. Bakal ada pembatasan sehubungan agenda tersebut. Terutama perjalanan yang menyasar ke daerah yang terdapat pasien positif virus itu. Meski demikian, kondisi itu dipertimbangkan sesuai urgensi dari tujuan perjalanan dinas.

"Kalau ada pekerjaan yang harus dikomunikasikan langsung kami akan lihat dulu. Intinya adalah kewaspadaan diri," kata Aji. Di samping itu, dia meminta kepada warga untuk menimbang jika hendak melakukan perjalanan. Terutama ke luar negeri. "Mungkin banyak yang punya agenda ke luar negeri. Mumpung harga tiket penerbangan juga murah tetapi kami minta untuk berhati-hati," pintanya. (*/ak/kip/lil/riz/k8)

Editor : izak-Indra Zakaria