Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ijab Kabul di Tengah Pandemi

izak-Indra Zakaria • 2020-04-18 10:29:07
Akad nikah Alamsyah dan Armeiwa pada Jumat (17/4) siang.
Akad nikah Alamsyah dan Armeiwa pada Jumat (17/4) siang.

BALIKPAPAN-Sudah lumrah pernikahan identik dengan suasana yang meriah, serta dihadiri sanak saudara. Namun, situasi berbeda terasa pada akad nikah Alamsyah dan Armeiwa pada Jumat (17/4) siang.

Acara yang berlangsung di Kantor Urusan Agama (KUA) Balikpapan Utara itu hanya dihadiri keluarga inti, tak lebih dari sepuluh orang. Belum lagi, masker dan sarung tangan melekat di tubuh pengantin. Meski yang tampak hanya sepasang mata saja, namun rasa bahagia tetap terpancar setelah proses ijab kabul.

Dibalut kebaya putih panjang, Armeiwa tampak anggun. Walau tertutup masker, riasan wajah tetap diaplikasikan. Hal itu semata-mata demi momen sekali seumur hidupnya. Mengenakan masker dan sarung tangan memang diwajibkan bagi mereka yang melangsungkan pernikahan di KUA. Semata hanya untuk menghindari penularan virus corona.

Perempuan berhijab itu berkata, pernikahannya telah didaftarkan sejak bulan lalu. Bermacam persiapan pun dijalankan. Mulai menyiapkan alat pelindung diri (APD) sendiri, sampai tes kesehatan dasar.

Sayangnya, resepsi pernikahan mesti diundur hingga waktu yang tidak ditentukan. Meski bahagia, rasa mawas diri tetap tak terhindarkan. “Waswas juga sih. Tapi ‘kan kami sudah mengikuti protokol. Jadi, rasanya sudah aman,” ungkapnya.

Sementara sang mempelai pria, Alamsyah mengaku kecewa karena pihak keluarga tak ramai. Dikarenakan pembatasan jumlah orang. Namun, rasa gugup akan mengucapkan janji suci tetap dirasakan sangat nyata. Terlihat dari gerak mata dan keringat yang tak henti menetes di pelipisnya.

Kepala KUA Balikpapan Utara Ahmadi menuturkan, meski di situasi seperti saat ini, masih banyak pasangan yang melangsungkan akad nikah. Namun sesuai aturan, pendaftaran setelah tanggal 2 April akan dilaksanakan setelah Idulfitri. Yakni sekitar Juni.

Kendati demikian, tak sedikit pula pendaftar yang membatalkan jadwal. Dengan berbagai alasan, termasuk melihat kondisi yang tak kondusif saat ini. “Ada yang mempelainya masih di luar kota. Beberapa juga ada yang tidak mau kalau sepi, maunya ramai, jadi ya dibatalkan tanggalnya,” pungkasnya. (*/okt/ms/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Seputar Balikpapan