Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tes Corona Cukup di Balikpapan, Dioperasikan Akhir April di RS Pertamina

izak-Indra Zakaria • Sabtu, 18 April 2020 - 18:06 WIB
Rapid test sebagai langkah awal memeriksa ada tidaknya Covid-19 dalam tubuh. Untuk memastikan diikuti dengan tes PCR.
Rapid test sebagai langkah awal memeriksa ada tidaknya Covid-19 dalam tubuh. Untuk memastikan diikuti dengan tes PCR.

Tes untuk memastikan apakah seseorang positif terinfeksi virus corona hanyalah melalui polymerase chain reaction (PCR). Kaltim segera memiliki alat tersebut, dan satu di antaranya dioperasikan di Balikpapan.

 

BALIKPAPAN –Alat tes polymerase chain reaction (PCR) akan segera tiba di Balikpapan. Dengan begitu, pemeriksaan untuk infeksi Coronavirus disease (Covid-19) bisa lebih cepat. Alat ini berasal dari pemerintah pusat yang memberikan bantuan kepada Pemprov Kaltim. Sebanyak dua alat PCR akan beroperasi di Balikpapan dan Samarinda.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menuturkan, nantinya PCR akan beroperasi di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB). “PCR untuk Balikpapan merupakan bantuan dari Kementerian BUMN,” sebutnya. Sedangkan PCR di Samarinda bantuan dari Kementerian Kesehatan, dan dioperasikan di Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie.

Soal pengoperasian PCR di Kota Minyak, pihaknya telah membahas dengan RSPB. Dia memprediksi, alat ini sudah bisa beroperasi pada akhir April di rumah sakit milik BUMN tersebut. “Kami bersyukur karena ini akan sangat membantu, artinya sudah ada laboratorium di Balikpapan,” imbuhnya.

Dengan keberadaan PCR, membuat proses pemeriksaan spesimen bisa lebih cepat. Sebab, tidak perlu lama lagi menunggu hasil tes dari kota lain. Seperti diketahui selama ini, hasil tes swab harus dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.

Terbatasnya pemeriksaan banyak membuat pasien mengeluh. Butuh waktu lama untuk mendapat kepastian hasil tes. Kurang lebih butuh waktu hingga tiga minggu sampai pasien bisa mendapat hasil tes. Belum lagi satu minggu berada di tempat observasi.

Menunggu selama ini tentu terasa sangat berat. Selain masalah waktu, pasien juga merasa tertekan dan potensi stres. Namun dengan PCR nanti di Balikpapan, maka tidak perlu lagi butuh waktu lama. Ibaratnya jika hari ini dilakukan pemeriksaan, maka besok sudah bisa menerima hasil.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty berharap adanya dukungan anggaran dari Pemprov Kaltim. Sebab biaya untuk operasional PCR cukup besar. “Biaya operasionalnya termasuk persiapan segala tempatnya membutuhkan dana sekitar Rp 1 miliar,” sebutnya.

Sehingga RSPB membutuhkan anggaran, kemungkinan untuk persiapan gedung dan biaya operasionalnya. “Kami coba usulkan ke Pemprov Kaltim atau pemeriksaannya bayar untuk membantu meringankan beban rumah sakit,” pungkasnya. (gel/ms/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Seputar Balikpapan