Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau menyebut akan terjadi cuaca ekstrem hingga akhir Mei.
TANJUNG REDEB–Kepala BMKG Berau Tekad Sumardi mengatakan, berdasarkan analisis dinamika atmosfer, hujan terjadi hampir merata di Kaltim. Ke depan diperkirakan terjadi gangguan meteorologis MJO "Madden Julian Oscillation" yang sedang aktif di kuadran 3 dan 4.
Kondisi ini, kata dia, akan berpotensi menimbulkan angin kencang dan disertai kilat atau petir. Hal tersebut akan dirasakan hampir di sebagian besar wilayah di Kaltim. Terlebih di bagian utara, timur, dan barat.
"Fenomena itu biasanya terjadi pada siang hingga sore hari. Fenomena ini lebih sering dikenal dengan sebutan mariteme continent," ujarnya.
Dia menjelaskan, fase ini berjangka waktu 30–60 hari, wilayah Indonesia khususnya di Kaltim sebagian besar berpotensi terjadinya pembentukan awan konvektif yang menyebabkan hujan sedang hingga lebat. “Kalau Kaltim bagian selatan itu biasanya terjadi pada malam hingga pagi,” jelasnya.
Informasi Prakiraan Tinggi Gelombang di wilayah Perairan Balikpapan, Perairan Samarinda-Bontang, Perairan Kota baru dan Selat Makassar Tenang (0.0–0.5 m) dan Rendah (0.5–1.25 m), perlu diwaspadai cuaca buruk di perairan yang dapat menyebabkan peningkatan tinggi gelombang di perairan.
Terkait potensi cuaca ekstrem 3 (tiga) hari ke depan, masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan. Di antaranya, banjir, tanah longsor, genangan, angin kencang, pohon tumbang, jalan licin, dan gelombang tinggi. Namun, diperkirakan intensitasnya tidak separah yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Untuk itu, kami minta kepada masyarakat untuk tinggal di rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Selain karena Covid-19, memang kondisi cuaca juga buruk,” pungkasnya. (*/oke/dns/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria