Nama Haji Sanusi atau Iwan Sanusi Libere mungkin sudah tidak asing lagi di banyak kalangan penikmat kuliner di Indonesia dan dunia proferty di wilayah Cileungsi Bogor.
Apalagi bagi penghobi makanan tradisional indonesia yang banyak digemari yaitu sate kambing dan tongseng kambing dari resto rumah sate Haji Sanusi yang sudah tersebar di beberapa kota di Indonesia.
Pria yang sering dikenal dengan Haji Sanusi ini ternyata pengusaha muda yang dengan usianya masih 45 Tahun bukan hanya pengusaha pada bidang kuliner dan property yang sukses.
Akan tetapi juga sebagai salah satu pejabat di salah satu perusahaan BUMN yang saat ini menjadi Direktur Utama anak usaha di sebuah yayasan milik PT. Angkasa Pura 1 ( Persero ) yaitu PT. Yapro Artha Perdana dan mempunyai pondok pesantren di daerah Cibubur dengan nama Rumah Tahfidz Zalva Assanusi.
Kesuksesan yang didulang oleh pria berusia 45 tahun ini ternyata tidak didapatkannya dengan mudah dan instan, melainkan butuh perjuangan keras yang di mulainya dari nol.
Maka, jangan heran iwan sanusi yang juga dikenal sebagai Achiever di PT. Angkasa Pura 1 ( Persero ) ini sering dijadikan panutan khususnya bagi karyawan di BUMN tsb karena keberanian menjadi entrepreneur dan berani berbeda dari kebanyakan pegawai BUMN lainnya.
Berani mengatakan tidak dan berani mengutarakan pendapat kepada pimpinan yang lebih tinggi untuk mencapai visi misi perusahaan dan memotivasi rekan karyawan lain untuk berani ambil keputusan dan hijrah mnjdi entrepreneur. seperti apakah sosok sang entrepreneur ini, simak ulasan berikut.
1. Dibesarkan di Pesantren dan Keluarga Pra Sejahtera.
- Banyak pengusaha sukses yang sudah lahir dari keluarga yang cukup sukses juga, namun tidak begitu halnya dengan Haji Sanusi. Lelaki kelahiran Bogor, 9 Oktober 1975 ini merupakan anak dari enam saudara dari pasangan Alm. Mashoedin yang berasal dari Brebes, Jawa Tengah, dan Almarhumah Hj. Zenab, dari Cianjur Jawa Barat.
Masa muda Haji Sanusi tidaklah bergelimang harta dan kecukupan. Sang ayah hanya seorang tentara jaman kolonial yang telah meninggal tanpa pensiun sejak Haji Sanusi berumur 2 tahun.
Sejak ayahnya meninggal dunia, akhirnya ibu nya menitipkan iwan sanusi kecil ke seorang tokoh besar di Indonesia yaitu Prof. Dra. Hajah Tuty Alawiyah AS ( putri Ulama besar di Indonesia KH. Abdullah Syafi,I ) , Prof. Hj. Tuty Alawiyah adalah Mantan Menteri Peranan Wanita era GUSDUR. Dan Akhirnya seorang iwan Sanusi dibesarkan dilingkungan Pesantren Khusus Yatim Asyafiiyah di Jatiwaringin Pondok Gede, melalui Prof Hj. Tuty Alawiyahlah seorang Iwan Sanusi didik ko untuk berani, jujur dan tidak boleh takut pada siapapun.
2. Kesempatan Memperoleh Jenjang Pendidikan Sesuai Kemauannya.
Karena dalam pengasuhan sang Tokoh ( orng tua angkat ), iwan sanusi kecil tentunya selalu mendapatkan yang lebih baik mulai tamat SD di sekolah yang cukup pavourite di wilayah Jatiwaringin yaitu SD 02 Asyafiiyah , SMP di Assyafiiyah dan melanjutkan pendidikan di SMA Yuppentek 1 Tangerang Tahun 1993.
Tidak menunda waktu, Iwan Sanusi dengan kemauannya langsung memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke Akademi Penerbangan atau PLP Curug Pada saat itu, Iwan Sanusi memilih Jurusan Air Traffic Control ( ATC ) dan lulus pada 1997 dan Tahun 1998 sempat mengambil pendidikan Pilot di USA dan berhasil mendapatkan PPL & CPL.
Kemudian, Iwan Sanusi melanjutkan studinya pada Tahun 2002 di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Niaga Biak sambil bekerja di Bandara Frans Kaiesiepo Biak, lanjut mengambil S1 Hukum di Universitas Ibnu Kholdun dan beberapa Universitas lainnya untuk mengambil S-2.
Iwan Sanusi juga dikenal tidak suka hanya menekuni bidang studi hanya satu, dia selalu ingin tahu disiplin ilmu berbeda dari apa yang dia dapatkan selama ini.
3. Prestasi dan Karier yang Cemerlang tapi Tidak Mudah Diintervensi.
Saat ini Haji Sanusi menjabat sebagai Direktur anak Usaha YAKKAP1 milik PT. Angkasa Pura 1 ( Persero ) dimana sebelumnya telah memegang jabatan Senior Manager hampir 10 Tahun, Kepala Bidang Bisnis Proses, Auditor dan Bidang2 lainnya di PT. Angkasa Pura 1 ( Persero ).
Karena karakternya yang tidak mudah diintervensi, Haji Iwan Sanusi selalu mendapatkan beberapa penghargaan dari perusahaan diantaranya Sebagai Manager terbaik 2 kali yaitu Tahun 2013 dan Tahun 2016 karena telah berhasil meningkatkan pendapatan perusahaan untuk Bandara Internasional Lombok dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dan yang paling menghebohkan lagi yaitu berhasil mengembalikan uang perusahaan sebesar Rp 28 Milyar karena adanya kasus penggelapan pendapatan Parkir bandara Ngurah Rai oleh mitra PT. Angkasa Pura 1 ( Persero ) Dimana saat Iwan Sanusi menjadi Auditor, serta berhasil mengimplmntasikan suatu system pengendalian bisnis proses perusahaan melaui System ERP Produk German yang terkenal sangat baik tersebut. Dimana system ERP REM tersebut menjadi cikal bakal PT. Angkasa Pura 1 ( Persero ) menggunakan Technology Informasi Digital.
Tak jarang dengan sikapnya yang tidak mudah diintervensi tersebut, telah menjadi kontroversi di kalangan karyawan dan disegani oleh Direksinya.
4. Awal Mula Terjun ke Dunia Bisnis
Haji Iwan Sanusi pertama kali menjajaki dunia bisnis serius ketika ia merintis jual beli rumah, awalnya menjadi broker perumahan yang akhirnya terjun di dunia property dan berhasil menjual ribuan kavling dengan pangsa pasar kalangan BUMN dan PNS yang lokasinya di daerah Cileungsi Bogor, Kenapa terjun ke dunia bisnis ? Dia menjawab ‘ bosan menjadi karyawan dan ingin kaya “ karena kalau kaya dari BUMN atau dari Pemerintah, dia menjamin pasti ada korupsi yang dilakukan. Oleh karenanya dia sangat keras terhadap orang yang memanfaatkan posisi di BUMN utk korupsi.
Merasa tak puas dengan keberhasilan yang diperoleh dari Usaha property, Haji Sanusi mendirikan usaha baru bidang kuliner dengan Brand Rumah Sate Haji Sanusi dan Tenggo Food Street yang cukup terklenal di Wilayah Makassar dan Balikpapan
Walaupun keberuntungan seakan sedang berpihak kepada Haji Sanusi dan perusahaannya tersebut, nyatanya terdapat sesuatu yang mengganjal di hatinya dan terdorong oleh seorang istri yang sangat sholehah yaitu SUCI Rahayu Handayani Putri untuk bisa memiliki pesantren kecil yang dibangun khusus untuk penghafal AlQuran dan akhirnya didirikanlah pesantren dengan sebutan Rumah Tahfidz cZalva Assanusi di wilayah Cibubur dan digratiskan.
5. Miliki Pesantren Penghafal Alquran
Haji Sanusi sangat menyadari bahwa apa yang didaptkan dari Allah SWT berbagai kemudahan hidupnya adalah merupakan ujian, dengan pendidikan dilingkungan pesantren Asyafiiyah tentunya Haji Sanusi sangat faham arti bagaimna mensyukuri nikmat Allah SWT yang pada akhirnya didirikanlah sebuah pesantren penghafal Alquran secara gratis di Cibubur dengan nama Rumah Tahfidz Zalva Assanusi yang dipimpin oleh istrinya yang bernama SUCI RAHAYU HANDAYANI PUTRI
6. Miliki Keluarga dan Basic Pendidikan Agama yang Kuat.
Haji Iwan Sanusi memiliki seorang Istri nan cantik dan anak2 yang sehat keharusan mempunyai pendidikan agama yang sangat keras dan tak jarang menghukum anak2nya bila tidak sholat, keluarganya sebagai berikut :
Istri :
Suci Rahayu Handayani Putri ( 40 thn )
Anak:
1. Adisty Raihany Assyifa ( 18 Thn )
2. Muhammad Bagas Prawira ( 17 Thn )
3. Zalva Kayyisah Putri ( 13 Tahun )
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan